Lawrencia Rogers baru saja memulai fellowship pertanian dua tahun yang didanai USDA pada Maret lalu. Ia mendapatkan sebidang tanah, akses peralatan, dan pendampingan untuk mewujudkan mimpinya menjadi petani.

Namun, dua setengah minggu setelahnya, USDA membatalkan hibah senilai $2,5 juta untuk organisasi nirlaba Iowa Valley Resource Conservation and Development (RC&D) yang menaungi program tersebut.

>>> Panduan Memilih HP: Samsung Galaxy A26 5G vs Infinix Note 60 Pro di 2026

Pembatalan itu disebut sebagai bagian dari kebijakan anti-DEI (diversity, equity, and inclusion) pemerintahan Trump.

Rogers dan rekan fellowship lainnya kehilangan pekerjaan dan pendapatan. Meskipun pengadilan federal kemudian memerintahkan USDA mengembalikan dana hibah, program fellowship tetap dihentikan sementara.

Dampak Luas pada Petani Kecil

Petani kecil di Iowa merasakan dampak langsung dari pemotongan dana USDA.

James Nisly, seorang petani, memperkirakan kehilangan 20% arus kasnya setelah USDA membatalkan program pembelian pangan lokal untuk sekolah dan bank makanan.

Program Local Food Purchase Assistance (LFPA) dan Local Food for Schools (LFS) yang didanai USDA selama era Biden dianggap penting bagi pendapatan petani kecil.

Namun, USDA menyebut LFPA sebagai program era pandemi yang tidak dimaksudkan permanen.

Anna Pesek, anggota dewan Iowa Valley RC&D, menilai kebijakan ini lebih menguntungkan korporasi besar.

"Sepertinya ada dana tak terbatas untuk produksi komoditas dan segelintir korporasi, tapi tidak ada dana untuk program yang benar-benar menghasilkan uang bagi petani kecil," ujarnya.

Ketidakpastian dan PHK Massal di USDA

Sejak Trump kembali menjabat, USDA kehilangan 20.000 karyawan di seluruh AS, termasuk 17% staf di Iowa.

>>> Putus dari Pewaris LV, Lisa BLACKPINK Dikaitkan dengan Artis Thailand