Creative director Clair Obscur: Expedition 33, Guillaume Broche, mengungkap bahwa tim pengembang mendapat peringatan sebelum perilisan gim tersebut.

Mereka disebut-sebut akan gagal karena menggabungkan elemen aksi dengan pertarungan berbasis giliran.

>>> WEBTOON Luncurkan Layanan Chat Cerita AI byUs dengan IP Webtoon Resmi

Dalam wawancara dengan Konbini, Broche mengatakan bahwa banyak pihak meragukan keputusan desain tersebut.

"Kami sering mendengar, 'Kamu membuat gim yang menggabungkan aspek menantang dari gim aksi dengan pertarungan berbasis giliran. Tidak ada yang akan menyukainya,'" ujarnya.

Meski demikian, Sandfall Interactive tidak menggubris peringatan itu. "Kami tidak peduli," kata Broche.

"Kami pikir itu keren, kami memainkannya, dan itu menyenangkan. Kami menggabungkan keduanya, dan berhasil."

Clair Obscur: Expedition 33 bukanlah gim pertama yang bereksperimen dengan mekanisme semacam itu.

>>> 7 Kartu Kredit Terbaik untuk Belanja di Shopee dan Tokopedia 2026, Cashback hingga 10%

Super Mario RPG (1996) telah menggabungkan aksi real-time dengan sistem giliran, di mana tekanan tombol yang tepat membuat serangan lebih kuat atau pertahanan lebih efektif.

Broche menambahkan bahwa banyak keputusan desain dalam gim ini mungkin tampak tidak masuk akal dari sudut pandang bisnis.

Namun, ia percaya bahwa ketidaksempurnaan justru menambah daya tarik. "Gim yang berusaha sempurna biasanya sangat membosankan," katanya.

Setelah dirilis, Clair Obscur: Expedition 33 justru meraih kesuksesan besar.

>>> Cara Beli Bitcoin untuk Pemula 2026: Panduan Lengkap dari Nol Sampai Punya BTC

Gim ini menjadi yang kedua setelah Baldur's Gate 3 yang memenangkan semua lima penghargaan Game of the Year utama pada tahun lalu.