Guillaume Broche, direktur Clair Obscur: Expedition 33, dengan tegas membela genre RPG berbasis giliran. Ia menyebut anggapan bahwa game semacam itu 'kuno' adalah omong kosong belaka.

Dalam wawancara dengan Video Game Club via Konbini, Broche mengungkapkan ketidaksukaannya pada stigma negatif terhadap turn-based RPG. "Saya tidak pernah percaya omongan bahwa turn-based itu kuno.

>>> Oppo Reno16 Series Resmi di Indonesia, Harga Pro Tembus Rp15 Juta

Itu hanya sistem permainan," ujarnya.

Broche, yang juga penggemar seri Persona, menekankan bahwa daya tarik utama bukan sekadar sistem giliran. "Saya suka bagian di mana Anda mempersiapkan tim sebelumnya," jelasnya.

Menurutnya, kepuasan terbesar datang saat rencana yang telah disusun selama puluhan jam berjalan sempurna. "Anda masuk ke pertempuran, semuanya berjalan sesuai keinginan, dan Anda mengalahkan bos.

Itu sangat memuaskan karena Anda merasa pintar," kata Broche.

>>> BRIN Kembangkan Superkapasitor untuk Optimalkan Baterai Mobil Listrik

Ia membandingkan dengan game aksi seperti Devil May Cry. "Di game aksi, saya tidak merasa pintar—hanya punya jari cepat.

Tapi di game giliran, otak Anda yang dihargai," tambahnya.

Broche menganalogikan mekanisme turn-based dengan matematika. "Anda menyusun persamaan, memecahkannya, dan mendapatkan jawaban yang benar.

>>> Penulis The Batman 2: Hollywood Kini Lebih Suka Adaptasi Gim Video

Saya suka itu," pungkasnya.