Pemerintahan Donald Trump mengambil langkah besar dalam perlawanannya terhadap media yang dianggapnya 'fake news' dengan mengeluarkan panggilan paksa kepada wartawan New York Times.

Subpoena tersebut ditujukan kepada empat wartawan yang menulis tentang pergantian pesawat kepresidenan di Turki, yaitu Julian E. Barnes, Eric Lipton, Tyler Pager, dan Eric Schmitt.

>>> Polisi Tangkap Dua Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang

Keempat jurnalis itu berkolaborasi dalam artikel berjudul 'Security Precaution Led Trump to Use Old Air Force One in Leaving Turkey' yang terbit pada Rabu lalu.

Artikel tersebut membahas keputusan Presiden Trump meninggalkan Air Force One baru yang merupakan hadiah dari Qatar dan beralih ke pesawat yang lebih tua karena kekhawatiran keamanan.

Sumber anonim mengatakan kepada NYT bahwa pergantian pesawat dilakukan karena Secret Service khawatir menerbangkan pesawat baru kembali dari Turki.

Namun, Presiden Trump membantah bahwa perubahan itu terkait masalah keamanan.

>>> Pemburu Harta Temukan Cincin Emas Romawi Kuno di Ladang Inggris

The Times menulis bahwa subpoena tersebut tidak memberikan rincian spesifik, tetapi meminta para jurnalis untuk bersaksi 'terkait dugaan pelanggaran hukum pidana federal'.

NYT mengakui bahwa seorang pejabat senior FBI menghubungi surat kabar itu pada Rabu sebelum artikel terbit dan meminta agar artikel tersebut ditahan dengan alasan masalah keamanan nasional.

Namun, pejabat itu tidak menjelaskan masalahnya, dan artikel akhirnya tetap terbit.

The Times menyatakan bahwa pejabat FBI juga ingin mengetahui nama-nama sumber.

>>> Arman Tsarukyan Menang Telak di RAF Georgia, Keributan Warnai Konferensi Pers

NYT menolak, dan diperkirakan para jurnalis yang dijadwalkan hadir di hadapan dewan juri federal di Manhattan pada Rabu akan melakukan hal yang sama.