Zirui Yang (22) dulu gemar membeli pakaian, sepatu, dan aksesori bermerek sejak SMP. Kini mahasiswi di Nanjing, China timur itu lebih memilih barang yang menawarkan nilai emosional.

“Saya lebih banyak membeli aksesori kecil, mainan mewah, parfum, dan traveling,” ungkap Yang. Perubahan ini menandai berakhirnya era obsesi logo di kalangan Generasi Z dan milenial China.

>>> Samsung Find Kini Hadirkan Widget untuk Lacak Lokasi Orang Tersayang

Di tengah ketidakamanan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi pasca-Covid yang lambat, anak muda China beralih ke ekonomi mistisisme spiritual atau Xuanxue.

Mereka menghabiskan uang untuk aksesori keberuntungan, kristal, dan wewangian yang menenangkan.

Mereka juga mengeluarkan uang untuk pengalaman spiritual seperti akhir pekan di situs Buddha Gunung Emei di Sichuan, retret kesehatan, hingga kunjungan rutin ke kuil.

Barang Pembawa Keberuntungan

Permintaan terhadap perhiasan peningkat energi yang ramah fengshui melonjak tajam.

Penjualan gelang kristal online di China meroket 320% secara tahunan, menyumbang lebih dari sepertiga total pasar kristal online senilai 3 miliar yuan (USD 444 juta).

Tren ini juga merambah sektor barang mewah.

Meskipun pasar barang mewah pribadi China menyusut 5%, beberapa barang bernilai tinggi viral karena dipercaya memiliki kekuatan mistis.

>>> Chip GAIA Samsung Diklaim Bisa Dongkrak AI di PC Kelas Menengah

Gelang paku Cartier Juste un Clou dari emas putih 18 karat seharga 34.100 yuan (US$5.000) dipercaya melindungi dari kemalangan.

Gelang T Tiffany & Co. dari rose gold 18 karat dan berlian seharga 47.300 yuan (US$7.000) dipercaya dapat menangkal bos buruk dan membuka peluang kerja baru.

Membeli Keberuntungan dan Kedamaian Batin