Tren 2026: Orang Kaya Lebih Pilih Gadai Barang Mewah daripada Jual Aset
Perilaku finansial investor dan individu dengan aset bersih tinggi (HNWI) di Indonesia mulai bergeser secara signifikan pada 2026.
Fenomena ini dipicu oleh dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, seperti fluktuasi pasar modal dan ketidakpastian geopolitik.
>>> Krom Bank Tembus 1 Juta Nasabah hingga April 2026, Catat DPK Rp10 Triliun
Barang mewah kini tidak lagi sekadar simbol status sosial. Aset-aset ini bertransformasi menjadi instrumen investasi aman yang efektif menjaga nilai kekayaan dari inflasi.
Transformasi Barang Mewah Menjadi Aset Strategis
Memegang barang mewah dinilai lebih menguntungkan daripada melepasnya saat ekonomi tidak menentu. Potensi kenaikan nilai jual kembali aset tersebut diprediksi terus melonjak.
Bastian Purnama, Direktur PT Lesca Gadai Premier, mengungkapkan perubahan gaya hidup finansial pada kelompok nasabah premium.
Menurutnya, para pengusaha dan kolektor mulai menyadari bahwa menjual koleksi mewah saat ini bukan keputusan bijaksana.
Alasan di balik tren gadai barang mewah meliputi potensi pertumbuhan nilai aset yang masih tinggi, kebutuhan likuiditas cepat untuk peluang bisnis baru, menjaga arus kas tanpa kehilangan kepemilikan, dan proses pencairan dana yang praktis.
Sepanjang awal 2026, instrumen investasi konvensional seperti obligasi dan saham berada dalam fase volatilitas tinggi.
Sebaliknya, aset seperti jam tangan mewah dan tas eksklusif menunjukkan daya tahan luar biasa terhadap guncangan ekonomi.
Daya Tahan Nilai Jam Tangan dan Tas Eksklusif
Pasar sekunder merek ternama seperti Patek Philippe dan Rolex tetap stabil meski ekonomi global bergejolak.
Tas tangan eksklusif seperti Hermès Birkin juga mencatat pertumbuhan nilai di atas inflasi tahunan.
Kemampuan aset ini menjaga daya beli menjadikannya pilihan ideal bagi kalangan jetset. PT Lesca Gadai Premier memosisikan layanan gadai mewah sebagai solusi finansial strategis.
Update Terbaru
Jetour Luncurkan SUV Hybrid T1 i&DM Seharga Rp 558 Juta
Rabu / 03-06-2026, 13:35 WIB
11 Prodi Paling Banyak Ditutup pada 2026, Tak Ada Jurusan Pendidikan
Rabu / 03-06-2026, 13:35 WIB
Pemerintah Resmi Luncurkan PP ATS 2026, Targetkan 645 Ribu Anak Kembali Sekolah
Rabu / 03-06-2026, 13:35 WIB
Review Kabin Xpeng G6: Desain Minimalis dan Kenyamanan Premium
Rabu / 03-06-2026, 13:30 WIB
Petinggi VFF Sebut Timnas Indonesia U-19 Favorit Juara Piala AFF U-19 2026
Rabu / 03-06-2026, 13:30 WIB
7 Cara Simpan Dedak Padi agar Awet dan Tidak Tengik, Tips Terbaru 2026
Rabu / 03-06-2026, 13:30 WIB
PLN Bantah Tarif Listrik Naik, Lonjakan Tagihan Dikaitkan dengan Pola Pemakaian
Rabu / 03-06-2026, 13:29 WIB
Samsung Display Pamerkan Layar Laptop OLED Ultra Slim Pertama di Computex 2026
Rabu / 03-06-2026, 13:25 WIB
MMAJ Jakarta 2026 Resmi Digelar, Kolaborasi Budaya Jepang-Indonesia yang Paling Dinantikan
Rabu / 03-06-2026, 13:25 WIB
Sarwendah Siap Lunasi Rumah Cilandak, Ruben Onsu Minta Cicilan Dikembalikan
Rabu / 03-06-2026, 13:25 WIB
Siapa Anak dan Istri Slamet Suradio? Masinis Tragedi Bintaro 1987, yang Meninggal Dunia
Rabu / 03-06-2026, 13:24 WIB
Penggeledahan di Kantor BGN Berlanjut, Akses Gedung Dijaga Ketat
Rabu / 03-06-2026, 13:23 WIB
Berapa Gaji Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN Baru?
Rabu / 03-06-2026, 13:21 WIB
Profil Slamet Suradio Masinis Tragedi Bintaro 1987, yang Meninggal Dunia, Lengkap: Umur, Agama dan IG
Rabu / 03-06-2026, 13:20 WIB






