FKA Twigs menyatakan bahwa ia tidak bisa merusak reputasi mantan kekasihnya, Shia LaBeouf, karena sang aktor telah menghancurkannya sendiri.

Pernyataan itu disampaikan dalam dokumen pengadilan yang diperoleh TMZ, sebagai bantahan atas klaim Shia bahwa pernyataan publik FKA Twigs telah merugikannya.

>>> 20 Negara Ikut Latihan Militer Pitch Black 2026 di Australia Utara

FKA Twigs menggugat Shia pada 2020 atas tuduhan kekerasan seksual, termasuk tindakan fisik selama hubungan dan penularan penyakit menular seksual.

Shia membantah semua tuduhan.

Perkara tersebut diselesaikan pada 2025. Namun, beberapa bulan kemudian, Shia menuduh FKA Twigs melanggar perjanjian dengan membicarakan dirinya dalam sebuah wawancara.

Dalam wawancara itu, FKA Twigs mengaku tidak merasa "aman" sebagai perempuan di industri hiburan dan menyatakan semangatnya membantu korban lainnya.

Ia membantah bahwa pernyataannya melanggar kesepakatan.

>>> Bintang 'God of War' Ryan Hurst Cedera, Produksi Terhenti

FKA Twigs juga menegaskan tidak ada yang bisa ia katakan untuk merusak reputasi Shia, mengingat aktor tersebut pernah ditangkap atas kejahatan kekerasan serius, terlibat perilaku tidak menentu, dan melontarkan cercaan homofobik di depan umum.

Ia menyatakan bahwa perilaku Shia sendirilah yang menghancurkan kariernya dan prospek pekerjaan di studio film.

FKA Twigs juga menyoroti bahwa Shia justru membicarakan hubungan mereka dalam wawancara awal tahun ini, yang bisa dianggap melanggar klausul kerahasiaan dalam perjanjian damai.

"Dengan kata lain, tampaknya [Shia] berpendapat bahwa dia – sebagai pelaku kekerasan seksual – boleh membahas trauma dan penderitaan [FKA] kapan pun tanpa batasan, tetapi [FKA] – sebagai korban – dilarang membahas [Shia] atau kisahnya," tulis FKA Twigs dalam dokumen pengadilan.

>>> Chuck Schumer Bungkam Ditanya soal Kentut di Ruang Sidang Senat

FKA Twigs meminta pengadilan menyatakan klausul kerahasiaan tidak dapat diberlakukan dan mengizinkannya berbicara tentang topik tersebut kapan pun ia mau.