Prabowo Butuh Uang Banyak untuk Biaya Kesehatan, Gaji Guru, dan Infrastruktur

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah membutuhkan dana yang besar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Hal itu disampaikan saat meresmikan groundbreaking proyek LNG Masela secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
>>> 2 Jam Usai Dilantik Trump, Menkeu AS Scott Bessent Jadi Target Pembunuhan
"Kita butuh uang untuk bikin pelayanan kesehatan yang terbaik, kita butuh uang untuk membayar gaji-gaji guru sehingga sekolah-sekolah kita tidak kalah dengan luar negeri," ujar Prabowo.
Proyek LNG Abadi Masela yang bernilai 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp330 triliun menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diandalkan untuk mengoptimalkan pendapatan negara.
Menurut Prabowo, pendapatan dari sumber daya alam sangat penting untuk membiayai operasional aparatur negara dan membangun fasilitas publik modern.
Anggaran negara akan diprioritaskan untuk membayar gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara layak, membangun infrastruktur modern, serta meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan fasilitas sekolah dan kesejahteraan tenaga pendidik.
>>> Michigan Keluarkan Peringatan Kualitas Udara Akibat Asap Kebakaran Hutan
"Kita butuh uang untuk membayar semua pegawai negeri kita dengan baik, kita butuh uang untuk membangun prasarana yang penting untuk kehidupan yang modern," imbuh Kepala Negara.
Presiden Prabowo optimistis Indonesia memiliki modal besar untuk keluar dari jebakan negara berkembang (middle-income trap) dan menjadi negara industri maju.
Keyakinan tersebut didasarkan pada kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan cetak biru pembangunan yang nyata untuk mendorong industrialisasi melalui proyek-proyek strategis, termasuk pengembangan gas alam dan hilirisasi.
>>> Polisi Georgia Cari Remaja 13 Tahun yang Diduga Diculik
"Saya sudah merencanakan dan saya sudah melihat rencana-rencana riil, kita bertekad untuk menjadi negara industri, negara modern," tegas Prabowo.
Update Terbaru
Belanda Dukung Pemecatan Jaksa ICC Karim Khan yang Diskors
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Asap Kebakaran Hutan Ancam Kualitas Udara Wisconsin, Capai Level Berbahaya
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Publix Tutup Empat Supermarket di 2026, Alihkan Modal ke Pasar Lebih Produktif
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Brianna LaPaglia Sebut Bunnie Xo Masih di Bawah Kendali Jelly Roll
Jumat / 17-07-2026, 03:49 WIB
Polisi Tangkap Pria Usai Insiden Keamanan Libatkan Craig Melvin
Jumat / 17-07-2026, 03:47 WIB
Pengemudi Mobil dalam Penembakan Fatal Detektif Jonathan Diller Dihukum 5 Tahun Penjara
Jumat / 17-07-2026, 03:47 WIB
FCC Rencanakan Tindakan Tegas terhadap Acara 'The View'
Jumat / 17-07-2026, 03:47 WIB
Produser 'John Wick' Digugat atas Dugaan Pengkhianatan Donnie Yen dan Michelle Yeoh
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Drama 'Mormon Wives' Makin Panas: Para Pemain Massal Unfollow Taylor Frankie Paul
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Kim Kardashian Berduka Kepergian Nenek Tersayang, Mary Jo Campbell
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Penjualan Toyota Prius Anjlok, Pembaruan 2027 Tak Banyak Membantu
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Maria Londa Targetkan Emas di Asian Games 2026 sebagai Ajang Terakhir
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
Benny Demokrat Minta Nomenklatur RUU Masyarakat Adat Diperjelas
Jumat / 17-07-2026, 03:42 WIB
CEO Teknologi Khawatir, Bepergian dengan Pengawal Bersenjata Akibat Reaksi Keras AI
Jumat / 17-07-2026, 03:36 WIB







