Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti memperkirakan peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 hanya sekitar 30 persen.

Menurut Ray, angka tersebut dipengaruhi oleh masih adanya persoalan penerimaan publik terhadap putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu.

>>> Pemerintah Klaim Sudah Ambil Alih Kereta Cepat, Purbaya: Pokoknya Dikasih ke Saya, Saya Beresin

"Analisis saya, Pak Gibran hanya mempunyai peluang sekitar 30 persen untuk kembali digandeng Pak Prabowo pada 2029," ujar Ray dalam kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Kamis (16/7).

Ia menegaskan bahwa angka 30 persen bukanlah sesuatu yang mutlak. Dinamika politik masih dapat berubah dalam beberapa tahun mendatang.

"Tiga puluh persen bisa dianggap tinggi untuk saat ini. Namun, kita belum tahu apakah angkanya akan semakin tinggi atau justru semakin menurun seiring waktu," jelas Ray.

Skenario Alternatif Jokowi

Ray menilai jika Prabowo memutuskan tidak lagi menggandeng Gibran, maka akan ada manuver dari Jokowi. Mantan presiden itu kemungkinan akan menyiapkan jalur politik alternatif bagi putra sulungnya.

>>> Purbaya Klaim Pemerintah Punya Skema Khusus Tangani Utang Kereta Cepat Tanpa APBN

Menurutnya, Gibran dapat didorong maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden bersama tokoh politik lain.

"Kalau tidak bersama Pak Prabowo, Gibran bisa didorong menjadi calon RI-1 atau RI-2 bersama figur politik yang lain," pungkasnya.

Ray juga menyebut bahwa Presiden Jokowi mulai menyiapkan beberapa skenario politik untuk mengantisipasi perkembangan menuju Pilpres 2029.

>>> Kejutan di Sidang dr Tifa: Nama Mantan Ajudan Jokowi AKBP Syarif Muncul di Dakwaan

"Kelihatannya Pak Jokowi mulai memelihara setidaknya dua skenario, bahkan mungkin tiga skenario, untuk menghadapi perkembangan politik ke depan," tuturnya.