Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan menjadi prioritas utama dalam rekrutmen tenaga kerja Proyek LNG Abadi Masela.

Pemerintah meminta operator proyek untuk mengutamakan tenaga kerja dari wilayah sekitar sebelum merekrut pekerja dari daerah lain atau luar negeri.

>>> Nubia Pamer Ponsel AI Agent Pertama di Dunia Jelang Peluncuran

"Di mana kami telah bersepakat dengan Pak Ueda tadi bahwa kita akan memprioritaskan masyarakat yang ada di wilayah Tier 1 dulu," kata Bahlil saat groundbreaking Proyek Onshore LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/7/2026).

Pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia dari wilayah sekitar proyek melalui pendidikan di Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Cepu milik Kementerian ESDM.

Sejumlah anak muda asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya telah dikirim untuk menempuh pendidikan di sana.

"Bapak Presiden, anak-anak Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, kami melaporkan sebagian anak-anaknya sudah dikirim untuk sekolah di Cepu, di kampus apa itu?

Akademi Migas milik ESDM, milik Pemerintah Indonesia.

Dan lulusan mereka sudah tiga sampai empat tahun yang lalu, dan mereka semuanya akan kita serap untuk bekerja di Proyek Blok Masela," ujarnya.

Bahlil menegaskan perusahaan wajib mengutamakan tenaga kerja profesional dari wilayah sekitar proyek. Perekrutan dari luar daerah atau luar negeri hanya dilakukan jika kebutuhan tenaga kerja lokal telah terpenuhi.

"Nanti Pak Ueda sama teman-teman Petronas dan Pertamina, lapangan pekerjaan yang profesional kita ambil dulu dari Tier 1 sama Tier 2.

>>> MG ADAPT: Platform Multi-NEV Pertama India untuk EV dan Hybrid