Kalau sudah habis, baru kita ambil saudara-saudara kita di Jawa atau di luar negeri. Tetapi selama ada di sini, pakai dulu yang di sini," tegas Bahlil.

Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah agar investasi strategis nasional memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di daerah tempat proyek dikembangkan.

"Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk, tetapi kita tidak memprioritaskan mereka. Itu yang saya membaca dari suasana kebatinan tokoh-tokoh adat tadi ketika prosesi adat," katanya.

Proyek LNG Abadi Masela diproyeksikan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada masa konstruksi dan 800 hingga 1.000 tenaga kerja saat memasuki tahap operasi.

Proyek ini diperkirakan menghasilkan 9,5 juta metrik ton LNG per tahun dan sekitar 35.000 barel kondensat per hari, dengan nilai investasi mencapai sekitar US$20,95 miliar atau setara hampir Rp390 triliun.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan melalui Masela Production Sharing Contract (PSC) yang dioperasikan Inpex Masela Ltd. dengan kepemilikan 65% participating interest (PI).

PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) menguasai 20% PI dan Petronas Masela Sdn. Bhd.

>>> Jude Bellingham Menangis Usai Kalah dari Argentina, Reaksi Pacar Jadi Sorotan

memiliki 15% PI.