Operator teleprompter Presiden AS Donald Trump diduga meraup lebih dari US$100.000 atau sekitar Rp1,6 miliar dengan bertaruh pada isi pidato Trump sebelum disampaikan.

Gabriel Perez, yang sudah lama menjadi operator teleprompter Trump, saat ini tengah dalam pembicaraan penyelesaian dengan regulator federal.

>>> Bintang '90 Day Fiancé' Armando Ungkap Detail Pendarahan Otak Putrinya

Hal ini menyusul temuan bahwa ia menggunakan pengetahuan awal tentang naskah pidato untuk memasang taruhan di platform prediksi Kalshi.

Laporan ABC News mengungkapkan bahwa taruhan tersebut berpusat pada apakah Trump akan menyebut kata, frasa, atau topik tertentu selama pidato publik.

Perez diduga bertaruh pada lebih dari belasan penampilan dalam kurun waktu tiga bulan, termasuk pidato State of the Union dan pidato di Forum Ekonomi Dunia.

Sebagai orang yang terakhir melihat naskah pidato dan memiliki akses ke perubahan menit terakhir dari Trump sendiri, Perez dianggap memiliki keunggulan informasi orang dalam.

Penyelidik juga menemukan bahwa Perez menarik taruhannya di tengah pidato ketika Trump melewatkan kata yang ia pertaruhkan.

>>> Pemain Poker Jared Griener Terlihat Minta Tolong Usai Diduga Dirampok

Kebiasaan Trump yang kerap keluar dari naskah diduga mengganggu operasi taruhan tersebut.

Kalshi mengatakan telah melaporkan transaksi mencurigakan itu ke Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

Komisi tersebut dikabarkan sedang membahas kesepakatan yang mewajibkan Perez menyerahkan keuntungannya dan berhenti membuat taruhan serupa.

Platform prediksi itu memiliki kebijakan yang melarang pengguna memasang taruhan berdasarkan informasi yang diperoleh sebagai bagian dari pekerjaan mereka.

>>> Buronan Berenang ke Laut Saat Dikejar Polisi, Akhirnya Ditangkap

Gedung Putih mengatakan kepada ABC bahwa Perez bekerja sama dengan CFTC.