Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal tengah melanda sejumlah perusahaan di berbagai negara, mulai dari teknologi hingga otomotif.

Microsoft mengumumkan PHK terhadap 4.800 karyawan atau 2,1 persen dari total tenaga kerja globalnya.

>>> 16 Juta Orang Teken Petisi Usir Argentina dari Piala Dunia 2026

Meta, induk Facebook, juga melakukan PHK massal di Inggris, Amerika Serikat, dan Singapura dengan perkiraan 8.000 pekerja terdampak.

Volkswagen Grup bahkan mempertimbangkan penutupan pabrik yang berpotensi memangkas 100 ribu pekerja. Situasi ini memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap Indonesia.

Respons Pemerintah

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyatakan terus memantau pergerakan ekonomi global.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengakui tantangan geopolitik, rantai pasok, dan digitalisasi berdampak pada perusahaan yang bergantung pada ekspor.

"Ini jelas berdampak pada perusahaan-perusahaan kita yang bergantung pada pasar ekspor," ujarnya kepada CNNIndonesia. com, Rabu (15/7).

Namun, ia menilai struktur ekonomi Indonesia punya daya tahan berbeda karena ditopang konsumsi domestik.

Meski demikian, Kemnaker tidak ingin lengah dan terus berkoordinasi dengan kementerian lain, asosiasi pengusaha, dan serikat buruh.

"Prinsip kami tetap jelas sejak awal: PHK adalah jalan paling terakhir. Semua opsi penyelamatan hubungan kerja harus dicoba dulu sampai maksimal," ujar Afriansyah.

Kemnaker mencatat sebanyak 43 ribu pekerja mengalami PHK sepanjang Januari-Juni 2026. Sektor padat karya seperti tekstil, garmen, dan alas kaki dinilai paling sensitif terhadap fluktuasi pasar internasional.

>>> Iran Bantah Klaim Trump soal Pembebasan Perempuan Mata-mata AS

Selain itu, industri elektronik tertentu dan sub-sektor pertambangan juga menjadi perhatian karena ketergantungan pada rantai pasok global dan harga komoditas.

Langkah Antisipasi Kemnaker

Kemnaker menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Pertama, memperkuat deteksi dini melalui mediator dan pengawas ketenagakerjaan di daerah untuk mendeteksi perusahaan yang mulai bermasalah.