Kedua, mendorong perundingan bipartit antara manajemen dan pekerja. Ketiga, menyarankan opsi alternatif seperti pengaturan ulang pola kerja, efisiensi biaya non-karyawan, serta reskilling dan upskilling pekerja.

Afriansyah menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi transparan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Pandangan Dunia Usaha

Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani mengatakan kondisi bisnis di Indonesia dihadapkan pada persoalan struktural, seperti menurunnya daya saing industri nasional akibat biaya produksi dan logistik yang belum kompetitif.

Selain itu, ada persoalan firm-specific seperti gangguan pasokan bahan baku, kenaikan biaya energi, pelemahan permintaan ekspor, dan transformasi digital.

Shinta menegaskan PHK adalah opsi terakhir. Perusahaan akan melakukan efisiensi operasional, menunda belanja modal, dan mengoptimalkan arus kas sebelum memutuskan PHK.

APINDO menyiapkan Framework 12 Langkah Pencegahan PHK sebagai panduan bagi perusahaan anggota, mulai dari pengurangan lembur hingga natural attrition.

>>> Prediksi Marc Marquez 100 Persen Tepat, Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026

Untuk menekan PHK, Shinta menilai perlu pendekatan menyeluruh, termasuk deregulasi, debottlenecking, dan penguatan permintaan domestik. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja menjadi kunci.