Iran Bantah Klaim Trump soal Pembebasan Perempuan Mata-mata AS

Iran membantah telah membebaskan seorang warga Amerika Serikat bernama Dena Karari. Klaim itu sebelumnya disampaikan oleh Presiden Donald Trump.
Teheran menyebut perempuan AS itu sebagai mata-mata.
>>> Prediksi Marc Marquez 100 Persen Tepat, Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
"Tidak ada mata-mata Amerika yang dibebaskan dari penjara," kata pihak kehakiman Iran dalam rilis resmi yang dibacakan media pemerintah, dikutip Anadolu Agency, Rabu (16/7).
Trump sebelumnya mengatakan Iran membebaskan warga AS yang ditahan secara ilegal pada 2024 lalu. Ia tidak membeberkan identitas warga AS itu, namun hanya menggambarkan orang tersebut merupakan perempuan.
"Iran telah mengizinkan warga negara Amerika, yang ditahan secara tidak sah pada Desember 2024 di bawah kepresidenan Joe Biden yang lamban, untuk meninggalkan negara itu," tulis Trump di Truth Social Rabu (15/7).
"Ia sekarang berada di luar Iran dengan selamat, dan dalam kondisi baik. Amerika Serikat menghargai isyarat niat baik ini dari Iran!"
imbuh dia.
Pengacara Jared Genser mengonfirmasi perempuan ini adalah Dena Karari, kliennya yang terjebak di Iran atas "tuduhan palsu."
Genser menyebut kliennya itu saat ini aman dan dalam perjalanan kembali ke AS, dan telah bebas karena "upaya luar biasa dan tanpa henti" dari Trump, demikian dikutip AFP.
>>> Abu Dhabi Bangun Pulau Konsep Wellness, Dorong Hidup Sehat
Dalam pernyataan terpisah, Genser mengatakan Karari adalah warga negara AS-Iran yang menjalankan organisasi nirlaba bernama Children of Mehr Foundation.
Akun media sosial yayasan itu mendeskripsikan diri sebagai lembaga non pemerintah yang berupaya memberdayakan anak-anak melalui pendidikan, kreativitas, dan kesempatan.
Menurut Genser, Karari sedang mengunjungi keluarganya saat ditahan dan diinterogasi Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran.
Genser menyebut kliennya itu sempat mengalami kesulitan fisik dan psikologis yang sangat besar kala ditahan.
Pembebasan warga AS-Iran itu muncul di tengah serangan brutal pasukan Negeri Paman Sam ke Iran dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah pihak menyebut serangan AS sebagai alat untuk menekan negosiasi sehingga Iran bisa memenuhi kemauan mereka.
>>> Jabar Godok Wacana Aktifkan Lagi SPP SMA/SMK, Hanya untuk Keluarga Mampu
Iran tak tinggal diam, mereka meluncurkan balasan dengan menyerang pangkalan AS di negara-negara Arab dan menegaskan untuk saat ini tak ada niat bernegosiasi.
Update Terbaru
Cara Mudah Mendapatkan 3 Bantuan Pemerintah Lewat Koperasi Merah Putih di Tahun 2026
Jumat / 17-07-2026, 08:28 WIB
Cara Ambil Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih 2026
Jumat / 17-07-2026, 08:28 WIB
Emelec Hadapi Orense di Machala di Tengah Krisis Gol dan Sanksi FIFA
Jumat / 17-07-2026, 08:15 WIB
WNBA Tunda Laga Liberty vs Wings Akibat Gangguan Penerbangan
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
Washington Mystics Hadapi Portland Fire di CareFirst Arena
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
Kabut Asap Kebakaran Hutan Chicago Diprediksi Hilang Jumat Sore
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
Boca Juniors Hadapi Sarmiento di Babak 16 Besar Copa Argentina
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
Penguntit Shia LaBeouf Klaim Aktor Itu Klon dan Korban Perdagangan Seks
Jumat / 17-07-2026, 08:14 WIB
CF Montreal Hadapi Toronto FC di Laga Klasik Kanada Usai Piala Dunia
Jumat / 17-07-2026, 08:13 WIB
Kreator 'Full House' Jeff Franklin Jual Rumah Mewah di Beverly Hills Rp 700 M
Jumat / 17-07-2026, 08:12 WIB
Pengacara Armando Rubio Minta Bantuan DHS untuk Jenguk Anak Sakit
Jumat / 17-07-2026, 08:12 WIB
Rapper Desiigner Ditangkap Lagi atas Tuduhan KDRT dan Perusakan Barang
Jumat / 17-07-2026, 08:08 WIB
AI Claude Prediksi Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai 50 Ribu Simulasi
Jumat / 17-07-2026, 08:07 WIB
Iker Casillas Sebut Strategi Bertahan Tuchel Jadi Biang Kekalahan Inggris
Jumat / 17-07-2026, 08:07 WIB







