Pertanian perkotaan atau urban farming kini menjadi tren produktif untuk menyiasati lahan terbatas di kawasan padat penduduk.

Kegiatan ini telah bertransformasi menjadi gaya hidup masyarakat kota yang ingin memanen sayur dan buah segar langsung dari rumah.

>>> Keadilan di Atas Kertas: Kisah Buruh Menang di Pengadilan tapi Tak Dapat Hak

Namun, berkebun di pemukiman padat sering menghadapi kendala ruang sempit serta gangguan hama tikus.

Konsep kebun gantung hadir sebagai solusi untuk menghemat area sekaligus melindungi tanaman dari serangan hewan pengerat.

Menariknya, membangun kebun gantung tidak perlu modal besar karena Anda bisa memanfaatkan berbagai barang bekas di sekitar rumah.

Wadah seperti botol plastik, kaleng cat, hingga rak tak terpakai dapat disulap menjadi media tanam yang estetik dan ramah lingkungan.

Pemanfaatan limbah rumah tangga ini tidak hanya membuat hunian lebih asri, tetapi juga membantu mengurangi tumpukan sampah plastik dan logam.

Berikut tujuh inspirasi kreatif menciptakan kebun gantung anti-tikus dari barang bekas yang cocok untuk lingkungan perkotaan.

Inspirasi Media Tanam Gantung dari Barang Bekas

Berbagai bahan bekas bisa digunakan untuk membuat kebun gantung.

Pilihan bahan sangat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan jenis tanaman serta luas area dinding atau plafon yang tersedia.

  • Botol plastik air mineral ukuran besar
  • Pipa PVC sisa renovasi bangunan
  • Kaleng bekas susu atau biskuit
  • Ember plastik yang sudah retak atau bocor
  • Galon air mineral sekali pakai
  • Karung bekas beras atau pupuk
  • Rak sepatu kain yang sudah tidak digunakan

1. Pemanfaatan Botol Plastik Bekas

Botol air mineral merupakan media paling mudah didapat dan praktis untuk dijadikan pot gantung bagi pemula.

Anda cukup melubangi bagian samping botol sebagai ruang tumbuh, lalu menggantungnya secara vertikal atau horizontal menggunakan tali kawat atau kabel ties.