Menteri Perdagangan Budi Santoso mengirim surat kepada pelaku usaha hotel, restoran, dan katering (horeka) serta jaringan ritel modern untuk meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam.

Langkah ini diambil di tengah tekanan harga telur dan ayam di tingkat peternak selama program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara saat libur sekolah.

in1

>>> Gol Berkelas Mbappe Bawa Prancis Unggul 1-0 atas Irak

"Kami sudah menyampaikan surat ke (pengusaha) horeka untuk menyerap telur, ayam, kemudian juga ke Aprindo, ke ritel.

Sudah kita kirim suratnya untuk menyerap produk-produk kita di sana," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (22/6).

Menurut Budi, penyerapan dari sektor horeka dan ritel dibutuhkan untuk menjaga pasar bagi produk peternakan nasional.

Ia mengatakan produsen telur dan ayam memerlukan saluran distribusi yang tetap berjalan agar hasil produksinya dapat terserap saat permintaan dari program MBG menurun sementara.

"Karena memang kita itu butuh pasar dan butuh channel distribusinya, butuh tempat untuk jualan," ujarnya.

Budi berharap restoran dan pelaku usaha kuliner dapat meningkatkan penggunaan telur maupun daging ayam dalam menu yang dijual kepada masyarakat.

Dengan begitu, permintaan terhadap komoditas peternakan dapat terdongkrak dan membantu menopang harga di tingkat peternak.

"Kalau di restoran misalnya, menunya mungkin ditambah telurnya atau ayamnya. Kami harapkan banyak menyerap dari produsen-produsen ayam kita," katanya.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah meredam anjloknya harga telur ayam di tingkat peternak dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga meminta perusahaan-perusahaan yang menjadi pembeli atau offtaker produk peternakan meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam dengan harga yang menguntungkan peternak.