>>> Tiga Nama Kuat Calon Pengganti PM Inggris Keir Starmer

Menurut Amran, keberlangsungan usaha peternak perlu dijaga agar pasokan telur dan daging ayam tetap terjamin.

in1

Jika harga terus berada di bawah biaya produksi dan peternak merugi, produksi berisiko terganggu yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga di masa mendatang.

"Nah, kalau ini merugi tentu berhenti produksi. Nanti harga telur di atas HAP lagi," ujar Amran.

Kementerian Pertanian sebelumnya berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan penggunaan telur dalam menu MBG.

Kepala BGN Nanik S Deyang, kata Amran, merespons dengan menaikkan konsumsi telur dalam program tersebut dari sebelumnya satu butir menjadi tiga butir per minggu.

Namun, peningkatan penyerapan melalui MBG untuk sementara tertahan karena program itu dihentikan selama masa libur sekolah.

BGN memutuskan menghentikan sementara distribusi MBG selama liburan sekolah untuk melakukan audit dan pembenahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan masa penghentian sementara itu dimanfaatkan untuk melakukan audit kualitas dapur, validasi data penerima manfaat, hingga penataan tata kelola program.

Kondisi tersebut membuat pemerintah mencari sumber permintaan alternatif agar produksi telur dan ayam tetap terserap pasar.

>>> See You at Work Tomorrow Episode 3-4 Sub Indo serta Link dan Spoiler bukan LK21 tapi di Prime Video: Hubungan Profesiaonal Cha Ji Yun Mulai Diuji

Apalagi, peternak di sejumlah daerah sebelumnya mengeluhkan harga telur di kandang sempat turun ke kisaran Rp20.600 per kilogram, sementara biaya produksinya diperkirakan mencapai sekitar Rp23 ribu per kilogram.