"Biarkan musuh tahu bahwa melanggar gencatan senjata akan menghentikan total proses yang sedang berlangsung," demikian pernyataan Garda Revolusi.

Kementerian Luar Negeri Bahrain mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pola agresi berulang terhadap kedaulatan nasional.

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa para penjahat harus dihukum atas tindakan kriminal mereka.

Analis Negar Mortazavi dari Center for International Policy menilai Iran menggunakan pengaruhnya secara maksimal dan tidak kembali ke status sebelum perang.

Analis politik pro-pemerintah Ali Samadzadeh menyebutkan kemungkinan kerja sama dengan Rusia dan China untuk merusak peralatan strategis AS di kawasan.

Namun, ia mencatat tidak ada gerakan di Teheran untuk mengaitkan Beijing dan Moskow dengan perang.

Komentator pro-pemerintah Vahid Ashtari mengakui bahwa Iran tidak berdaya menghadapi blokade AS dan tidak menyangka krisis akan menjadi begitu serius.

Sementara itu, bentrokan sporadis berlanjut di Lebanon selatan, di mana seorang tentara Israel tewas di Desa Deir Siryan.

>>> Lupakan Meditasi: Istirahat 10 Menit Ini Pulihkan Dopamin dan Turunkan Kortisol

Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menyatakan kesiapan untuk melanjutkan operasi ofensif di Lebanon dan Iran jika diperlukan.