Masa depan Star Wars Eclipse kembali dipertanyakan setelah karyawan Quantic Dream memperingatkan bahwa rencana PHK studio dapat membahayakan pengembangan game yang telah lama ditunggu tersebut.

Para pekerja yang berpartisipasi dalam aksi mogok di luar kantor pusat perusahaan di Paris mengklaim bahwa rencana restrukturisasi saat ini akan membuat proyek kekurangan staf yang diperlukan untuk menyelesaikannya.

>>> Tips Belanja Perlengkapan Sekolah agar Lebih Hemat, Orang Tua Bisa Prioritaskan 5 Kebutuhan Ini

Protes yang diorganisir oleh serikat pekerja video game Prancis STJV ini bertepatan dengan kunjungan delegasi Lucasfilm yang meninjau kemajuan game tersebut.

Karyawan mengatakan waktu aksi ini sengaja dipilih untuk menarik perhatian pada dampak PHK terhadap salah satu proyek terbesar Quantic Dream.

Klaim tersebut muncul dari investigasi Gamekult yang mewawancarai beberapa karyawan yang berpartisipasi dalam aksi mogok.

Karyawan: Game Tidak Bisa Selesai Tanpa Staf Terdampak

Pernyataan paling mencolok datang dari karyawan Quantic Dream bernama Théo, yang berargumen bahwa restrukturisasi yang direncanakan akan langsung memengaruhi pengembangan game.

"Kami menganggap bahwa saat ini, game tersebut secara harfiah tidak dapat diselesaikan jika PSE yang direncanakan dilaksanakan," kata Théo.

Théo mengatakan 115 karyawan yang menghadapi PHK tetap penting bagi kemampuan studio untuk menyelesaikan proyek. "Kami sangat membutuhkan 115 orang yang sudah tidak aktif (atau hampir) selama sebulan.

Itu sudah satu bulan hilang dalam produksi! Selama bulan ini, karyawan seharusnya bisa dilatih untuk alat khusus Star Wars Eclipse."

Karyawan lain, Jules, menepis anggapan bahwa aksi mogok bertujuan mengganggu pengembangan. "Ini jauh dari tindakan sabotase.

Sebaliknya, kami mencoba menyelamatkan Star Wars Eclipse."

Jules juga berargumen bahwa memindahkan pengembang dari tim Spellcasters Chronicles yang dibatalkan akan memperkuat proyek, bukan menciptakan staf berlebih.