Prabowo Bentuk Satgas Baru Berisi Guru Besar dan Akademisi, Ini Tugasnya
Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan target kebijakan strategis pemerintah.
Satgas tersebut akan diisi oleh jajaran guru besar, akademisi, dan peneliti dari perguruan tinggi serta BRIN. Mereka akan berkoordinasi dengan kementerian terkait.
>>> Polisi Bebaskan 14 Massa Aksi Surabaya, 4 Orang Ditetapkan Tersangka
Hal itu disampaikan Brian usai penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri di Jakarta, Minggu (28/6).
"Presiden meminta kami membentuk semacam satgas atau kelompok kerja yang nantinya intinya adalah berisi insan-insan, guru besar-guru besar, dosen, peneliti dari perguruan tinggi maupun BRIN untuk bisa mengkaji lebih lanjut bersama Kementerian Teknis terkait," kata Brian.
Brian menambahkan bahwa selama rangkaian konvensi, sejumlah menteri turut hadir dan mengisi diskusi. Presiden berharap sumbangsih insan perguruan tinggi dapat mempercepat target kebijakan strategis di setiap kementerian.
Ia menyebut diskusi antara peserta dan para menteri berlangsung intens. Hasilnya diharapkan menjadi masukan untuk percepatan pembangunan di Indonesia.
Brian mengungkapkan bahwa Prabowo menekankan pentingnya sektor sains, teknologi, riset, dan inovasi sebagai dasar kemajuan bangsa. Ia menganalogikan bangsa Indonesia sebagai kapal besar yang seluruh komponennya harus bersatu.
"Pandangan yang berbeda itu hal yang biasa. Presiden menyampaikan bahwa perguruan tinggi adalah tempat academic freedom.
Gagasan-gagasan silahkan dikaji bersama-sama, didiskusikan bersama-sama di perguruan tinggi.
>>> Pabrik Jepang Batal Pindah ke Vietnam, PHK Massal Diredam hingga 2030
Harapannya adalah kajian-kajian tersebut intinya dalam rangka untuk mencari solusi dan mempercepat kemajuan dan kemandirian bangsa Indonesia," ungkap Brian.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria menyebut BRIN bersama Kemendiktisaintek tengah menyusun peta jalan riset hingga 2045. Peta jalan ini akan menjadi acuan riset di Indonesia.
Update Terbaru
Fitur Tersembunyi Google Maps Bikin Layar Always-On Pixel Lebih Berguna
Minggu / 28-06-2026, 21:52 WIB
APEC Dorong Pariwisata Terhubung dan Inovatif di Makau
Minggu / 28-06-2026, 21:52 WIB
Cara Cepat Cairkan Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2026 Sebelum Batas Akhir
Minggu / 28-06-2026, 21:50 WIB
Bill Gates: AI Mungkin Gantikan Banyak Pekerjaan, Tapi Tidak Atlet
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
DJKI Verifikasi 124 Situs Laporan MPA, Rekomendasikan Blokir 116 Situs
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Trump Murka soal Pajak Digital, Ancam Ganti Perjanjian Dagang dengan Tarif 100%
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Iran Ancam Tunda Pembukaan Selat Hormuz, Tolak Aturan Baru dan Ajak Negara Teluk Bersatu
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Tablet Gaming Lenovo Legion dengan RGB di Sekitar Kamera Muncul di Acara Game
Minggu / 28-06-2026, 21:49 WIB
Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Rp4 Triliun untuk Perkuat Riset Nasional
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Primaya Kelapa Gading Hadirkan MitraClip untuk Pasien Jantung
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Prabowo Pangkas 750 BUMN, Direksi dan Komisaris Terancam Hilang demi Hemat Uang Rakyat
Minggu / 28-06-2026, 21:47 WIB
Noah Kahan Minta Penonton Tak Buang Air Besar di Kursi Stadion
Minggu / 28-06-2026, 21:42 WIB
Taylor Swift Diduga Diboikot Penonton Saat Tampil di Konser Alan Jackson
Minggu / 28-06-2026, 21:42 WIB






