Televisi dan media digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Orang tua perlu memastikan konten yang ditonton sesuai dengan usia dan tahap perkembangan anak.

>>> Pelatih Portugal Sebut Bukan Masalah Ronaldo Kembali Main Penuh

Paparan layar yang berlebihan dapat mengurangi waktu anak untuk bermain, berinteraksi, membaca, atau melakukan aktivitas fisik.

Beberapa tayangan juga berpotensi menampilkan kekerasan atau informasi yang belum siap dipahami anak secara emosional.

Tanpa pendampingan yang tepat, anak dapat meniru perilaku yang mereka lihat di layar. Memahami aturan menonton TV bukan berarti melarang anak menikmati tayangan favoritnya.

Anak Usia 0-4 Tahun

Pada usia balita, interaksi langsung dengan orang tua jauh lebih penting dibandingkan paparan layar.

Anak di bawah 18 bulan sebaiknya tidak terlalu sering terpapar televisi atau media digital, kecuali untuk panggilan video dengan keluarga.

Anak usia 2-5 tahun sebaiknya menonton tayangan berkualitas dengan durasi terbatas, maksimal sekitar satu jam per hari.

Pendampingan orang tua tetap diperlukan agar anak memahami apa yang mereka lihat.

Orang tua perlu memberikan contoh penggunaan gawai yang sehat. Hindari terlalu sering melihat ponsel saat makan bersama atau berbicara dengan anak.

Prioritaskan bermain bebas dan aktivitas nyata. Permainan tradisional, aktivitas kreatif, dan eksplorasi lingkungan memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak usia dini.

>>> Kemenkes dan Polisi Usut Dugaan Intimidasi Berujung Kematian dr Icha

Hindari ketergantungan pada layar saat bepergian. Anak juga perlu belajar menikmati lingkungan di sekitarnya, seperti mengamati pemandangan atau berbicara dengan orang tua.

Anak Usia 5-11 Tahun

Salah satu aturan penting pada usia sekolah adalah mendampingi anak saat menonton. Pendampingan memungkinkan orang tua menjelaskan pesan yang muncul dalam tayangan.