Jika terdapat perilaku kurang baik atau stereotip tertentu, orang tua dapat memberikan penjelasan sesuai nilai-nilai keluarga. Cara ini membantu anak menjadi penonton yang lebih kritis.

Tetapkan batas waktu dan zona bebas layar, seperti kamar tidur dan meja makan. Anak usia sekolah membutuhkan keseimbangan antara belajar, bermain, berolahraga, dan beristirahat.

Pilih tayangan yang berkualitas dan sesuai usia. Jika ada tayangan yang kurang sesuai, jelaskan alasannya kepada anak agar mereka memahami keputusan orang tua.

Dorong aktivitas selain menonton TV, seperti membaca, berolahraga, menggambar, atau bermain musik. Keberagaman aktivitas membantu mengurangi ketergantungan pada layar.

Anak Usia 12 Tahun ke Atas

Memasuki usia remaja, anak biasanya memiliki akses lebih luas terhadap televisi, internet, dan media sosial. Meski demikian, pendampingan orang tua tetap diperlukan.

Orang tua perlu menjaga komunikasi terbuka mengenai penggunaan media dan jenis tayangan yang dikonsumsi. Ajarkan literasi digital dan privasi, termasuk keamanan data pribadi serta etika berkomunikasi.

Penerapan aturan menonton TV sesuai usia dapat membantu memaksimalkan manfaat media sekaligus meminimalkan dampak negatif.

>>> Iran Tegaskan Kuasai Penuh Selat Hormuz Selama 30 Hari

Dengan keterlibatan aktif orang tua, anak dapat belajar menggunakan media secara bijak dan bertanggung jawab.