7 Aturan Gadget untuk Anak, Orang Tua Perlu Tetapkan Batasan Jelas
Penggunaan gadget pada anak semakin marak di era digital. Tanpa pengawasan yang tepat, dampak negatif seperti gangguan tidur dan kurangnya aktivitas fisik bisa terjadi.
Para ahli kesehatan anak merekomendasikan aturan penggunaan gadget yang disesuaikan dengan usia. Aturan ini tidak hanya soal durasi, tetapi juga kualitas konten dan pendampingan orang tua.
>>> Yayasan Oliver Tree Resmi Diluncurkan Usai Musisi Meninggal
Aturan Berdasarkan Usia
Bayi usia 0-18 bulan tidak disarankan menggunakan gadget sama sekali. Pada masa ini, interaksi langsung seperti sentuhan dan komunikasi lebih penting untuk perkembangan otak.
Pengecualian hanya untuk panggilan video dengan keluarga jauh.
Anak usia 18-24 bulan boleh diperkenalkan pada layar digital, namun harus didampingi orang tua. Konten yang ditampilkan harus edukatif dan sesuai usia.
Orang tua perlu menjelaskan apa yang ditonton agar menjadi pengalaman belajar.
Anak usia 2-5 tahun maksimal satu jam per hari. Konten sebaiknya mendukung kreativitas, bahasa, dan kemampuan berpikir.
Pembatasan ini memberi lebih banyak waktu untuk bermain aktif.
>>> Jadwal Siaran Langsung RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026
Anak usia 6 tahun ke atas maksimal dua jam per hari di luar kebutuhan belajar. Tujuannya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan fisik.
Strategi Pendukung
Terapkan area bebas gadget di rumah, misalnya saat makan bersama, waktu belajar, atau satu jam sebelum tidur. Ini meningkatkan kualitas interaksi keluarga dan tidur anak.
Pilih konten berkualitas dengan memanfaatkan fitur parental control. Pastikan anak hanya mengakses materi yang aman dan sesuai usia.
Sediakan aktivitas alternatif seperti membaca, menggambar, bermain di luar, bersepeda, atau permainan kreatif bersama keluarga. Anak lebih mudah lepas dari gadget jika ada kegiatan menyenangkan lain.
Aturan gadget bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membantu mereka menggunakannya secara sehat dan seimbang.
>>> ESDM Pastikan Ekspor Batu Bara Kembali Normal Usai Sempat Ditahan
Konsistensi orang tua mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi risiko penggunaan gadget berlebihan.
Update Terbaru
Ada Fun Walk Hari Bhayangkara, Sejumlah Rute Layanan TJ Diubah Besok
Sabtu / 27-06-2026, 22:12 WIB
Raymond Chin Soroti Risiko Bisnis di Balik IPO RANS Entertainment
Sabtu / 27-06-2026, 22:12 WIB
IHSG Anjlok 4,55% dalam Sepekan, Asing Net Sell Rp3,43 Triliun
Sabtu / 27-06-2026, 22:12 WIB
Transmart Full Day Sale Kembali, Diskon 50%+20% Siap Banjiri Belanja Akhir Bulan
Sabtu / 27-06-2026, 22:07 WIB
Pertumbuhan Ekonomi 5,61% Dinilai Rapuh, INDEF Wanti-wanti Bisa Melambat pada Kuartal II
Sabtu / 27-06-2026, 22:07 WIB
Indomaret Kembali Hadirkan Produk Pokémon, Bidik Pasar Merchandise
Sabtu / 27-06-2026, 22:07 WIB
Taylor Swift dan Travis Kelce Gelar Makan Malam Latihan Kecil Sebelum Pernikahan 1.000 Tamu
Sabtu / 27-06-2026, 22:02 WIB
Pramono Ungkap Rencana Jakarta di Usia 499 Tahun: Transportasi Gratis hingga Normalisasi Sungai
Sabtu / 27-06-2026, 22:02 WIB
Mendagri Tito Karnavian Resmi Buka Festival Fulan Fehan 2026
Sabtu / 27-06-2026, 22:02 WIB
Klasemen MotoGP Usai Raul Fernandez Menang Sprint Race GP Belanda
Sabtu / 27-06-2026, 22:01 WIB
DANA Ungkap Tantangan Digitalisasi UMKM: Masih Banyak yang Belum Pakai QRIS
Sabtu / 27-06-2026, 22:01 WIB
Elektrifikasi KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Ditargetkan Rampung 2027
Sabtu / 27-06-2026, 22:00 WIB
Kisah Sheza Fazila Sabet Emas di Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden
Sabtu / 27-06-2026, 22:00 WIB
The First Descendant Hotfix 1.3.32b Perbaiki Crash Valby dan Progres Battle Pass
Sabtu / 27-06-2026, 22:00 WIB






