Penggunaan gadget pada anak semakin marak di era digital. Tanpa pengawasan yang tepat, dampak negatif seperti gangguan tidur dan kurangnya aktivitas fisik bisa terjadi.

Para ahli kesehatan anak merekomendasikan aturan penggunaan gadget yang disesuaikan dengan usia. Aturan ini tidak hanya soal durasi, tetapi juga kualitas konten dan pendampingan orang tua.

in1

>>> Yayasan Oliver Tree Resmi Diluncurkan Usai Musisi Meninggal

Aturan Berdasarkan Usia

Bayi usia 0-18 bulan tidak disarankan menggunakan gadget sama sekali. Pada masa ini, interaksi langsung seperti sentuhan dan komunikasi lebih penting untuk perkembangan otak.

Pengecualian hanya untuk panggilan video dengan keluarga jauh.

Anak usia 18-24 bulan boleh diperkenalkan pada layar digital, namun harus didampingi orang tua. Konten yang ditampilkan harus edukatif dan sesuai usia.

Orang tua perlu menjelaskan apa yang ditonton agar menjadi pengalaman belajar.

Anak usia 2-5 tahun maksimal satu jam per hari. Konten sebaiknya mendukung kreativitas, bahasa, dan kemampuan berpikir.

Pembatasan ini memberi lebih banyak waktu untuk bermain aktif.

>>> Jadwal Siaran Langsung RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026

Anak usia 6 tahun ke atas maksimal dua jam per hari di luar kebutuhan belajar. Tujuannya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan fisik.

Strategi Pendukung

Terapkan area bebas gadget di rumah, misalnya saat makan bersama, waktu belajar, atau satu jam sebelum tidur. Ini meningkatkan kualitas interaksi keluarga dan tidur anak.

Pilih konten berkualitas dengan memanfaatkan fitur parental control. Pastikan anak hanya mengakses materi yang aman dan sesuai usia.

Sediakan aktivitas alternatif seperti membaca, menggambar, bermain di luar, bersepeda, atau permainan kreatif bersama keluarga. Anak lebih mudah lepas dari gadget jika ada kegiatan menyenangkan lain.

Aturan gadget bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan membantu mereka menggunakannya secara sehat dan seimbang.

>>> ESDM Pastikan Ekspor Batu Bara Kembali Normal Usai Sempat Ditahan

Konsistensi orang tua mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi risiko penggunaan gadget berlebihan.