Penggarap film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, mengkritik program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang diberikan kepada manajer Koperasi Desa Merah Putih.

Menurutnya, pelatihan itu bukan sekadar peningkatan kapasitas manajerial, melainkan upaya menanamkan kultur militer ke dalam organisasi sipil.

in1

>>> Ekonom AS Ungkap Rekomendasi Hapus Subsidi BBM Sejak 1998, Kini Rakyat Protes

"Ini strategi menanamkan dominasi militer terhadap ide supremasi sipil. Agar mereka selalu ingat siapa 'superior' nya," tulis Dandhy di akun X pribadinya, Minggu (28/6).

Ia menegaskan pola semacam itu berpotensi memperkuat militerisme dalam kehidupan sipil, sehingga masyarakat sipil terus berada di bawah bayang-bayang dominasi militer.

Pemerintah: Latsarmil Bentuk Karakter Disiplin

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Kementerian Koperasi menyatakan Latsarmil Komponen Cadangan (Komcad) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertujuan membentuk karakter disiplin, kepemimpinan tangguh, serta kapasitas manajerial.

>>> Sederet Poin Utama Rancangan Kesepakatan Damai Israel-Lebanon

"Melalui latsarmil Komcad, peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kamis (18/6/2026).

Pelatihan berlangsung selama 45 hari secara bertahap.

Tiga puluh hari pertama fokus pada pembinaan karakter, fisik, moral, dan kedisiplinan melalui Latihan Dasar Kemiliteran dengan materi sipil yang disesuaikan Kemhan.

>>> Pramono-Rano Ungkap 7 Proyek Infrastruktur Jelang 5 Abad Jakarta

Lima belas hari berikutnya diisi materi teknis kompetensi bidang, seperti pelatihan manajerial koperasi, administrasi keuangan, dan pengelolaan sektor pertanian/nelayan yang dibawakan narasumber sipil.