Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyampaikan pandangan bahwa pemilihan presiden (Pilpres) 2029 mungkin tidak akan terjadi.

Hal itu disampaikannya dalam kanal YouTube 2045 TV, dikutip Minggu (28/6).

in1

>>> 30 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, RD Kongo Jadi Penghuni Terbaru

Menurut Eko, gesekan politik yang semakin besar dan krisis ekonomi yang memburuk bisa mengubah arah politik Indonesia.

"Ketika ada konflik elit, ketika ada gesekan politik yang makin lama makin membesar, lalu gesekan ini tercermin juga dalam krisis ekonomi, nah itu yang mungkin membuat arah politik atau arah perjalanan politik tidak normal-normal saja," ungkapnya.

Ia menambahkan, jika kondisi tidak normal, maka 2029 sebagai titik pergantian kekuasaan atau pemilihan pemimpin baru bisa saja tidak terjadi.

Eko juga menyebutkan bahwa proses pergantian kekuasaan bisa terjadi jauh sebelum 2029 jika krisis ekonomi dan politik berlangsung bersamaan.

>>> Penyuka Warna Biru Punya 6 Karakter Khas Ini, Apa Saja?

"Jangan-jangan prosesnya jauh sebelum itu karena apa? Karena kalau sudah krisis ekonomi berhimpitan dengan krisis politik, ini sangat membahayakan kita sebagai rakyat," tandasnya.

Saat ini, pertarungan politik menuju 2029 disebut terjadi di pucuk pimpinan istana, antara kubu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan kubu Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah laporan investigasi, termasuk dari Tempo, mengungkapkan bahwa hubungan Presiden Prabowo dengan Presiden ke-7 Joko Widodo kini tidak seakrab dulu.

Jokowi disebut beberapa kali mengajukan permintaan bertemu, namun ruang pertemuan dibatasi oleh tim kepresidenan.

>>> Spanyol Pincang di 32 Besar Piala Dunia 2026, 2 Winger Cedera Serius

Bahkan, pada awal Juni lalu, Jokowi tidak diundang dalam upacara resmi peringatan Hari Lahir Pancasila.