Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak boleh berhenti pada tahap pengolahan bahan baku semata.

Negara harus melangkah lebih jauh hingga mampu menghasilkan produk akhir yang memiliki nilai tambah tinggi.

in1

>>> Hensat Kecam Tragedi Latsarmil Kopdes: 5 Peserta Meninggal, Tak Ada Pejabat Mundur

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026, Sabtu (28/6/2026).

Menurut Prabowo, salah satu masukan yang diterimanya dalam forum tersebut berkaitan dengan strategi mendorong transformasi industri.

Yakni dari sekadar pengolahan bahan mentah menuju penciptaan produk jadi yang dapat bersaing di pasar global.

"Tadi dari Bengkulu juga, strategi bagaimana dari pengolahan bahan baku menuju penciptaan produk akhir. Saya kira ini yang kita cita-citakan," kata Prabowo.

Ia menilai langkah tersebut merupakan tahapan penting dalam upaya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan komoditas dan bahan baku, mulai dari mineral, hasil perkebunan, hingga sumber daya energi.

Namun, menurut Prabowo, keuntungan yang diperoleh negara akan jauh lebih besar apabila bahan baku tersebut diolah menjadi produk bernilai tinggi sebelum dipasarkan.

Meski demikian, Prabowo mengakui proses menuju industri produk akhir tidak bisa dilakukan secara instan.

Pemerintah, kata dia, saat ini masih fokus memperkuat fondasi hilirisasi agar kapasitas pengolahan di dalam negeri terus meningkat.

"Tapi harus melalui proses itu dulu.

Untuk proses pertama saja, proses kita ingin pengolahan di Indonesia itu membutuhkan suatu usaha yang sangat besar," ujarnya.

>>> Lawan Tanjung Verde di Babak 32 Besar, Lionel Scaloni Peringatkan Messi Cs

Karena itu, pemerintah berupaya membangun ekosistem industri yang lebih kuat. Mulai dari pengolahan bahan mentah, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.