Menurut Prabowo, hilirisasi merupakan salah satu strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah. Selama puluhan tahun, hal itu menjadi ciri perekonomian Indonesia.

Dengan mengembangkan industri pengolahan dan manufaktur, Indonesia diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

"Insya Allah kita akan menuju ke situ," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri dalam mendukung transformasi ekonomi nasional.

Kolaborasi antara ketiga sektor tersebut dinilai menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi yang dapat mendorong lahirnya produk-produk bernilai tambah tinggi.

Selain membahas hilirisasi, peserta sarasehan juga menyampaikan berbagai rekomendasi lain kepada pemerintah.

Mulai dari peningkatan pendanaan riset, penambahan beasiswa doktor bagi dosen, hingga penguatan kerja sama perguruan tinggi dengan institusi luar negeri.

Prabowo memastikan seluruh usulan yang disampaikan dalam forum tersebut akan dipelajari dan ditindaklanjuti. Hal itu sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan industri nasional.

Menurut dia, cita-cita besar Indonesia bukan hanya menjadi pemasok bahan baku dunia. Melainkan juga menjadi negara yang mampu menghasilkan produk akhir dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

>>> Scaloni Ingatkan Argentina Jangan Remehkan Cape Verde di 32 Besar

"Itu yang kita cita-citakan," ujar Prabowo.