Pesawat Listrik Prancis Gen-ee Klaim Hemat Energi 90%
Startup asal Prancis, Eenuee, mengembangkan pesawat listrik bernama Gen-ee yang diklaim mampu mengurangi konsumsi energi hingga 90% dibandingkan pesawat konvensional ukuran serupa.
Pesawat ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan baterai yang masih menjadi kendala utama dalam pengembangan pesawat listrik.
>>> Viral Dokter Sebut Betis 'Jantung Kedua', Ini Penjelasan Medisnya
Desain Aerodinamis dan Bobot Ringan
Gen-ee mengadopsi bentuk badan pesawat menyatu dengan sayap (blended-wing body) yang membuat seluruh badan pesawat menghasilkan gaya angkat.
Desain ini menghilangkan hambatan aerodinamis yang biasa terjadi pada pertemuan badan dan sayap pesawat konvensional.
Pesawat ini juga tidak memiliki ekor tradisional, melainkan menggunakan elevon yang menggabungkan fungsi elevator dan aileron.
Hasilnya, rasio gaya angkat terhadap hambatan mencapai sekitar 25, lebih tinggi dari pesawat sekelasnya.
Untuk mengurangi bobot, Eenuee menggunakan material komposit serat karbon canggih yang dikembangkan bersama Duqueine Group.
Kabin pesawat tidak bertekanan, yang memangkas bobot struktural hingga 40% dan menyederhanakan perawatan.
Bobot lepas landas maksimum Gen-ee diperkirakan 5,6 metrik ton, di bawah batas 8,6 metrik ton untuk kategori CS-23 di Eropa.
Sistem propulsi listriknya bekerja dengan efisiensi energi sekitar 90%, sangat sedikit kehilangan energi dalam bentuk panas.
>>> Jadwal Lengkap Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Brasil Vs Jepang Besok
Fitur Hidrofoil untuk Operasi Air
Keunikan lain Gen-ee adalah kemampuannya mendarat di air berkat hidrofoil yang dapat ditarik.
Hidrofoil ini mengangkat badan pesawat di atas permukaan air saat lepas landas, mengurangi hambatan dibandingkan pesawat apung konvensional.
Pesawat dapat beralih antara landasan pacu dan perairan tanpa perlu modifikasi fisik.
Fitur ini ditargetkan untuk wilayah seperti Skandinavia, Kanada, dan sebagian Asia yang banyak menggunakan jalur air sebagai landasan.
Jadwal Pengembangan
Eenuee saat ini menguji model skala 1:7 dan akan melanjutkan ke model 1:4 dengan lebar sayap 8 meter pada 2026.
Proses sertifikasi dengan otoritas penerbangan Eropa dijadwalkan dimulai sekitar 2027.
Penerbangan perdana prototipe ukuran penuh ditargetkan pada 2029, dengan layanan komersial diperkirakan mulai 2032.
>>> Fitur Tersembunyi Google Maps Bikin Layar Always-On Pixel Lebih Berguna
Pada 2035, perusahaan menargetkan pengiriman 50 hingga 100 unit pesawat ke pasar regional.
Update Terbaru
Komponen $100 Bisa Jadi Kunci Kacamata Pintar Terjangkau
Minggu / 28-06-2026, 23:52 WIB
Gas Penting untuk Industri, Namun Bukan Satu-satunya Penentu Daya Saing dan PHK
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Ekspor Camilan Asal Bandung Tembus 13 Negara, Australia dan Jepang Dominasi Pasar
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Innovasia Bawa Solusi Pembayaran WhatsApp ke B2B Tech Asia 2026
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Kasus Diabetes di Indonesia Capai 20,4 Juta Jiwa, Kolaborasi Internasional Diperkuat
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Menkeu Buka Peluang Kaji Ulang Pajak JHT, KSPI Desak Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Bebas PPh
Minggu / 28-06-2026, 23:49 WIB
Cara Cek Jadwal Penyaluran Dana Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026
Minggu / 28-06-2026, 23:47 WIB
Liverpool Minta Federico Chiesa Cari Klub Baru
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
A$AP Rocky Beri Salam ke Putranya Riot di Atas Panggung, Rihanna Tonton dari Kerumunan
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
Nakhoda Kapal yang Membawa Marly Kinney Hilang Didakwa BUI
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
Comeback Dramatis Kongo Kalahkan Uzbekistan 3-1 dan Cetak Sejarah Lolos Fase Gugur
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
Portugal Gagal Menang, Cristiano Ronaldo Ucap Dua Kata
Minggu / 28-06-2026, 23:42 WIB
Said Iqbal: Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang Batal Pindah ke Vietnam
Minggu / 28-06-2026, 23:38 WIB
Pelatih Reidel Toiran Bangga Timnas Voli Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026
Minggu / 28-06-2026, 23:37 WIB






