Chery resmi memperkenalkan teknologi elektrifikasi terbaru melalui lini Chery Super Hybrid. Lini ini mencakup sejumlah model hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Inovasi ini diklaim mampu menekan biaya energi harian hingga kisaran Rp13 ribuan untuk jarak tempuh 40 kilometer per hari.

in1

>>> Rafael van der Vaart Minta Maaf atas Komentar Stereotip Rasial di Piala Dunia 2026

Kehadiran teknologi ini menjadi jawaban atas meningkatnya perhatian masyarakat terhadap biaya transportasi.

Vice Country Director Chery Business Unit, Budi Darmawan Jantania, menjelaskan bahwa produsen ingin menyediakan solusi mobilitas yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen di Indonesia.

"Melalui pilihan lini kendaraan Chery Super Hybrid, kami menghadirkan manfaat elektrifikasi seperti efisiensi energi terukur, pengalaman berkendara halus, serta daya jelajah lebih panjang untuk memberikan rasa tenang di perjalanan.

Ini menjadi komitmen untuk menghadirkan mobilitas yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat Indonesia," ujar Budi Darmawan Jantania.

Simulasi Biaya Energi

Simulasi biaya energi dari Chery dihitung berdasarkan pola penggunaan kendaraan masyarakat.

Perhitungan menggunakan asumsi harga BBM Rp16.250 per liter dan tarif listrik rumah tangga Rp1.700 per kWh.

Pada segmen PHEV, perjalanan pulang-pergi sejauh 40 kilometer per hari dapat memanfaatkan mode listrik sepenuhnya.

Biaya operasional yang dibutuhkan mencapai Rp13.878 per hari untuk TIGGO 8 CSH dan Rp13.073 per hari untuk TIGGO 9 CSH.

Saat digunakan untuk perjalanan luar kota sejauh 240 kilometer pada akhir pekan, TIGGO 8 CSH membutuhkan biaya energi sekitar Rp159.513.

>>> Ekonom: KBLI Konten Kreator Dorong Daya Saing UMKM Digital

Sementara itu, TIGGO 9 CSH dapat menempuh jarak serupa dengan biaya sekitar Rp78.462 tanpa bensin, memanfaatkan pengisian daya berkala setiap 120 kilometer.