Produsen otomotif Chery memperluas portofolio teknologinya di Indonesia dengan memperkenalkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan bernama AiMOGA.

Langkah ini diambil untuk memperkuat posisi perusahaan dalam menyajikan ekosistem teknologi yang lebih menyeluruh.

in1

>>> Harga Perak Anjlok ke US$ 64,62 Akibat Sinyal Hawkish The Fed

Chery menghadirkan dua model utama, yaitu robot humanoid Mornine dan robot anjing pintar bernama Argos.

Mornine dirancang khusus untuk berinteraksi langsung dengan manusia, sementara Argos berfungsi sebagai pendamping serta pemenuh kebutuhan edukasi dan komersial.

Robot Mornine memiliki kemampuan komunikasi dalam lebih dari 10 bahasa untuk menjalankan tugas pelayanan dasar.

Sistem navigasi Mornine mengandalkan kombinasi kecerdasan buatan, kamera, sensor, serta teknologi LiDAR demi memahami lingkungan sekitar secara akurat.

Teknologi ini memungkinkan robot berinteraksi dengan manusia secara lebih natural.

Selain itu, robot humanoid ini dapat terintegrasi dengan model AI generatif populer seperti ChatGPT dan DeepSeek.

Integrasi tersebut berfungsi meningkatkan kemampuan pemrosesan informasi dan komunikasi dua arah.

Skenario Implementasi di Berbagai Sektor

Chery menegaskan bahwa pengembangan robot AiMOGA dipersiapkan untuk implementasi nyata pada bidang yang membutuhkan interaksi langsung.

>>> Strategi Kelola Keuangan Hadapi Risiko Inflasi 2026

Salah satu skenario utamanya adalah menjadi asisten penjualan di dealer kendaraan untuk menyambut konsumen.

Pada sektor kesehatan, robot ini dikembangkan untuk menjalankan fungsi perawat yang membantu navigasi pasien di rumah sakit.

Sementara pada layanan publik, Chery mengeksplorasi penggunaan robot guna mendukung tugas kepolisian lalu lintas dalam mengatur arus kendaraan.

Indonesia dinilai sebagai pasar potensial bagi pengembangan teknologi robotika dan AI di Asia Tenggara.

Guna mendukung ekspansi ini, AiMOGA akan memanfaatkan jaringan global Chery yang telah menjangkau lebih dari 130 negara.

Chery juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga lembaga penelitian.

Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem robotika yang sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.

Saat ini, robot Mornine dan Argos belum dijual secara bebas di pasar Indonesia.

>>> Indeks Nikkei Jepang Cetak Rekor Tertinggi Berkat Reli Saham AI

Pihak yang tertarik mengadopsi teknologi tersebut dapat menghubungi perusahaan melalui skema pengadaan khusus karena informasi harga resmi belum dirilis.