Produsen otomotif Chery memperluas portofolio teknologinya di Indonesia dengan memperkenalkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama AiMOGA.

Langkah ini diambil guna memperkuat posisi perusahaan dalam menawarkan ekosistem teknologi yang lebih lengkap.

in1

>>> Dolar AS Menguat ke Rp17.841,5, Rupiah dan Mata Uang Asia Tertekan

Kehadiran lini robotika tersebut ditujukan untuk memperkenalkan pemanfaatan inovasi mutakhir di berbagai sektor, mulai dari layanan komersial hingga pelayanan publik.

Chery menghadirkan dua produk utama dalam ekosistem ini, yaitu robot humanoid bernama Mornine dan robot anjing pintar bernama Argos.

Mornine dipersiapkan untuk berinteraksi langsung dengan manusia, sementara Argos berfungsi sebagai pendamping untuk kebutuhan edukasi maupun komersial.

Robot Mornine dilengkapi dengan kemampuan komunikasi yang mendukung lebih dari 10 bahasa untuk menjalankan berbagai tugas dasar.

Perangkat cerdas ini mengandalkan integrasi AI, kamera, sensor, serta teknologi LiDAR agar mampu memahami lingkungan sekitar secara natural.

Teknologi AiMOGA juga dirancang agar dapat terintegrasi dengan berbagai model AI generatif populer seperti ChatGPT dan DeepSeek.

Pemrosesan informasi tersebut diterapkan untuk meningkatkan kualitas percakapan agar berjalan lebih interaktif.

Pengembangan lini robotika ini dipastikan bukan sekadar demonstrasi teknologi belaka.

>>> Badai Besar Mengancam Prancis, Warga Diimbau Cabut Televisi

Chery menargetkan implementasi nyata pada sektor-sektor yang membutuhkan interaksi pelayanan langsung.

Skenario Implementasi dan Skema Pengadaan

Salah satu rencana implementasi Mornine adalah memfungsikannya sebagai asisten penjualan pada jaringan dealer kendaraan.

Robot ini bertugas menyambut pengunjung, menyajikan detail produk, dan merespons pertanyaan konsumen secara interaktif.

Penerapan juga diarahkan pada sektor kesehatan sebagai robot perawat yang membantu navigasi pasien di rumah sakit.

Sementara pada layanan publik, robot ini dieksplorasi untuk mendukung tugas kepolisian lalu lintas dalam mengatur arus kendaraan.

Pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia, dinilai memiliki potensi besar bagi pengembangan ekosistem robotika dan AI.

Guna mempercepat adopsi teknologi ini, Chery akan memanfaatkan jaringan globalnya yang telah menjangkau lebih dari 130 negara.

Kerja sama dengan sektor swasta, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga lembaga penelitian terus dibuka untuk menyesuaikan kebutuhan pasar lokal.

>>> IHSG Fluktuatif Usai MSCI Pangkas Rating Informasi Pasar Modal Indonesia

Saat ini, Mornine dan Argos belum dipasarkan secara bebas, namun pihak yang berminat dapat mengaksesnya melalui skema pengadaan khusus.