Pelatih Timnas Uzbekistan, Fabio Cannavaro, menegaskan bahwa Piala Dunia adalah ajang yang kejam. Hal itu ia sampaikan setelah timnya tersingkir di fase grup tanpa meraih satu pun poin.

Uzbekistan menutup petualangan di Piala Dunia 2026 dengan kekalahan 1-3 dari RD Kongo pada laga penentu Grup K.

in1

>>> 19 Gol Lionel Messi di Piala Dunia, La Pulga Tetap Sanjung Ronaldo

Pertandingan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (28/6/2026) pagi WIB.

"Saya sudah mengatakan kepada mereka sejak awal bahwa Piala Dunia itu kejam," ujar Cannavaro dalam laman FIFA usai pertandingan.

Ia mengingatkan para pemain bahwa turnamen ini tidak memberi banyak ruang untuk kesalahan.

Menurut Cannavaro, kegagalan beradaptasi dengan perubahan taktik lawan menjadi penyebab utama Uzbekistan kehilangan kendali pertandingan. Meski demikian, ia mengapresiasi perjuangan maksimal para pemainnya.

Mantan kapten Italia itu merasakan kekecewaan yang sama dengan skuad. Ia meminta seluruh pemain menjadikan pengalaman tampil di Piala Dunia sebagai bekal untuk berkembang di masa depan.

>>> Jasad Remaja Thailand Ditemukan dalam Koper, WN Australia Ditangkap

Pentingnya Pembinaan Pemain Muda

Cannavaro menekankan bahwa perkembangan sepak bola Uzbekistan harus terus dilanjutkan melalui pembinaan pemain muda dan penguatan akademi.

Hal ini penting agar tim nasional mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi dunia.

Uzbekistan sempat membuka harapan melalui gol cepat Eldor Shomurodov pada menit ke-10.

Namun, RD Kongo membalikkan keadaan lewat tiga gol di babak kedua, termasuk brace dari Yoane Wissa dan satu gol Fiston Mayele.

>>> Puncak Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 Digelar Hari Ini

Kekalahan ini membuat Uzbekistan pulang tanpa poin setelah sebelumnya juga kalah dari Kolombia dan Portugal. Sementara itu, Kongo lolos ke fase gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.