Prabowo Dorong Penguatan Riset Nasional Demi Wujudkan Swasembada Pangan dan Energi
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan sains, teknologi, dan riset sebagai fondasi untuk mencapai kemandirian bangsa.
Menurutnya, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi.
>>> Prabowo Ingin Rangkul PDIP, Megawati Tersandung Nama Gibran
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026. Acara tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (28/6/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi jalannya sarasehan yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Mereka bertukar gagasan mengenai masa depan Indonesia.
"Saya mengikuti bahwa suasana berada dalam suasana positif, suasana tukar-menukar keterangan dan pandangan.
Semua potensi bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran dan inisiatif untuk kebaikan kita bersama," ujar Prabowo.
Ia menilai perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin terhubung. Peristiwa di belahan dunia lain kini dapat langsung memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia.
Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Menurut dia, kampus harus menjadi ruang lahirnya inovasi dan solusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
"Universitas adalah tempat gagasan diadu, tempat inovasi berkembang. Kampus memiliki kebebasan akademik untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi rakyat," katanya.
Prabowo juga menyoroti perkembangan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurutnya, teknologi tersebut menawarkan peluang besar, namun juga menghadirkan tantangan yang perlu dipahami secara serius oleh kalangan akademisi.
Ia mengungkapkan bahwa para pengembang AI sendiri telah memberikan peringatan mengenai potensi dampak teknologi tersebut terhadap kehidupan manusia.
Karena itu, perguruan tinggi dan para profesor diminta terus mendalami perkembangan AI agar Indonesia tidak tertinggal.
Update Terbaru
OnePlus 16R dan Nord 7 Dikabarkan Punya Layar 185Hz
Minggu / 28-06-2026, 13:37 WIB
iPhone 18 Pro Diprediksi Naik Harga hingga Rp3 Juta Lebih
Minggu / 28-06-2026, 13:37 WIB
Petani Tembakau Khawatir Aturan Baru IHT Ganggu Industri dan Ekonomi Daerah
Minggu / 28-06-2026, 13:35 WIB
Dukung Pengembangan Talenta, LOTTE Chemical Indonesia Terima Kunjungan AiChE UI
Minggu / 28-06-2026, 13:35 WIB
1.000 Pekerja Minyak Norwegia Kena Lockout, Produksi Terancam Anjlok
Minggu / 28-06-2026, 13:32 WIB
Jaecoo Targetkan 80 Dealer di Indonesia hingga Akhir 2026
Minggu / 28-06-2026, 13:32 WIB
Gerindra: MBG Dianggap Carut-Marut, Tapi Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
Minggu / 28-06-2026, 13:32 WIB
Korea Selatan Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Gagal Masuk Delapan Besar Peringkat Ketiga Terbaik
Minggu / 28-06-2026, 13:30 WIB
Kronologi Iran Tersingkir Dramatis dari Piala Dunia 2026
Minggu / 28-06-2026, 13:29 WIB
Piala Dunia Itu Kejam! Pesan Mendalam Fabio Cannavaro Usai Timnas Uzbekistan Tersingkir
Minggu / 28-06-2026, 13:28 WIB
19 Gol Lionel Messi di Piala Dunia, La Pulga Tetap Sanjung Ronaldo
Minggu / 28-06-2026, 13:28 WIB
Jasad Remaja Thailand Ditemukan dalam Koper, WN Australia Ditangkap
Minggu / 28-06-2026, 13:28 WIB
Puncak Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 Digelar Hari Ini
Minggu / 28-06-2026, 13:28 WIB






