Islam mengajarkan kasih sayang sebagai fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Kecintaan terhadap agama bukan hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan cara memperlakukan sesama manusia. Pesan inilah yang menjadi inti khutbah Jumat bertema Mencintai Islam Tanpa Membenci Kemanusiaan, yang mengajak umat Islam memperkuat keimanan tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, umat Islam diingatkan agar lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan berbagai narasi keagamaan. Tidak sedikit konten yang beredar di media sosial menampilkan pemahaman agama secara sepihak, bahkan memicu permusuhan terhadap pihak yang berbeda keyakinan maupun berbeda pandangan.

Ketakwaan Tidak Hanya Diukur dari Ibadah

in1

Khutbah menegaskan bahwa ketakwaan kepada Allah SWT memiliki makna yang luas. Selain menjalankan ibadah dengan baik, seorang Muslim juga dituntut menjaga akhlak, menebarkan kasih sayang, serta memperlakukan orang lain secara adil.

Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga mengatur hubungan antarmanusia. Karena itu, kesalehan sejati tidak cukup diukur dari banyaknya ibadah, melainkan juga dari kemampuan menjaga hati agar tidak dipenuhi kebencian.

Dalam kehidupan sehari-hari, akhlak menjadi cerminan kualitas keimanan seseorang. Semakin kuat keimanan seseorang, semakin besar pula dorongannya untuk berbuat baik kepada siapa pun.

>>> Asisten Raffi Ahmad Mufli Budi Ananda Disorot usai Diangkat Jadi Komisaris Krakatau Posco

Bahaya Narasi Kebencian di Media Sosial

Perkembangan teknologi memudahkan siapa saja memperoleh informasi keagamaan hanya melalui gawai. Namun kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru.

Banyak generasi muda mempelajari agama dari video berdurasi singkat, unggahan anonim, atau potongan ceramah tanpa mengetahui latar belakang penyampainya. Kondisi ini membuka ruang munculnya pemahaman yang tidak utuh.