Salah satu bentuk yang sering ditemukan ialah narasi yang mengajak umat membenci setiap orang yang berbeda keyakinan. Bahkan, ada pula anggapan bahwa semakin keras seseorang terhadap pihak lain, maka semakin tinggi pula tingkat keimanannya.

Pemahaman seperti itu dinilai bertentangan dengan ajaran Islam yang dibangun di atas prinsip rahmat, hikmah, dan akhlak mulia.

Memahami Ayat Al-Qur'an Secara Menyeluruh

in1

Khutbah mengingatkan pentingnya memahami ayat-ayat Al-Qur'an sesuai konteksnya. Sebagian kelompok ekstrem kerap menggunakan potongan ayat tertentu untuk membenarkan sikap permusuhan terhadap semua orang yang berbeda agama.

Padahal, penafsiran tersebut mengabaikan latar belakang turunnya ayat serta mengesampingkan ayat-ayat lain yang justru memerintahkan umat Islam berbuat adil kepada siapa pun yang tidak memerangi mereka.

Al-Qur'an melalui Surah Al-Mumtahanah ayat 8 menegaskan bahwa Allah tidak melarang kaum Muslim berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memusuhi ataupun mengusir mereka.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa Islam membedakan antara persoalan akidah dengan hubungan sosial kemasyarakatan. Seorang Muslim tetap menjaga keyakinannya, tetapi tidak dibenarkan berbuat zalim kepada orang lain hanya karena perbedaan agama.

Teladan Rasulullah dalam Menghormati Sesama Manusia

Rasulullah SAW menjadi contoh nyata bagaimana Islam mengajarkan penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.

Dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad SAW berdiri ketika iring-iringan jenazah seorang Yahudi melintas di hadapannya. Ketika para sahabat mengingatkan bahwa jenazah tersebut bukan seorang Muslim, Rasulullah menjawab bahwa orang tersebut tetaplah seorang manusia.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menghilangkan penghormatan terhadap martabat manusia.

Kisah lain yang sering dijadikan teladan adalah ketika Rasulullah menjenguk seorang perempuan Yahudi yang selama ini kerap mengganggunya. Saat mengetahui perempuan itu sakit, Nabi justru datang untuk memastikan keadaannya.