Konsumsi Rokok di Indonesia Meningkat, Berbanding Terbalik dengan Negara Lain
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengendalian konsumsi rokok.
Berbeda dengan banyak negara yang berhasil menekan angka konsumsi tembakau, Indonesia justru mengalami peningkatan dalam dua dekade terakhir.
>>> Swiss-Belboutique Yogyakarta: Akomodasi Bisnis dan Liburan dengan Sentuhan Budaya Jawa
Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau Kemenkes, Benget Saragih, menyatakan bahwa Indonesia kini menjadi pangsa pasar rokok terbesar ketiga di dunia setelah China dan India.
"Di berbagai negara konsumsi rokok menurun, tetapi Indonesia justru mengalami anomali karena meningkat sekitar 7 persen dalam periode 2000 hingga 2020," ujarnya.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah terus mendorong penguatan regulasi pengendalian tembakau melalui aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024.
Menurut Kemenkes, kenaikan konsumsi rokok akan berdampak langsung terhadap meningkatnya beban penyakit tidak menular di masa mendatang.
Kemenkes mencatat jumlah perokok dewasa di Indonesia mencapai sekitar 63 juta orang. Sementara itu, jumlah perokok anak masih terus bertambah meskipun prevalensinya mengalami sedikit penurunan.
>>> Antisipasi Korea Utara, Korea Selatan Latih Militernya Jadi Operator Drone
Benget menambahkan bahwa faktor risiko penyebab kematian akibat penyakit tidak menular setelah hipertensi adalah merokok.
"Karena itu kami harus terus melakukan upaya pengendalian agar beban kesehatan masyarakat tidak semakin besar," jelasnya.
Pemerintah menilai regulasi tidak hanya bertujuan mengurangi jumlah perokok saat ini, tetapi juga mencegah munculnya perokok baru yang didominasi kelompok usia muda.
Langkah tersebut diharapkan dapat menekan beban penyakit kronis pada masa mendatang.
>>> Satgas PHK Klaim Berhasil Tunda Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam
Meskipun ada perbedaan pandangan dengan sektor ekonomi, Benget menegaskan bahwa Kemenkes tetap berkewajiban menyuarakan perlindungan kesehatan masyarakat. "Soal kebijakannya nanti akan diputuskan melalui harmonisasi antarkementerian," pungkasnya.
Update Terbaru
Penumpang United Airlines Ngamuk di Pesawat, Pilot Putuskan Mendarat Darurat di Tokyo
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Wagub Rano: Jakarta Fair Penggerak UMKM, Target Transaksi Rp8 Triliun
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Lighthouse Parenting: Pola Asuh Seimbang untuk Kemandirian Anak
Jumat / 26-06-2026, 20:49 WIB
Ford Rekrut Kembali 350 Insinyur untuk Perbaiki Kualitas Mobil Setelah AI Gagal
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kemenpora dan PB IPSI Kompak Targetkan Silat Masuk Olimpiade 2032
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Jakarta Gunakan HUT Ke-499 sebagai Gerbang Menuju 5 Abad
Jumat / 26-06-2026, 20:46 WIB
Kepala YTR Korban Taufik Hidayat Alami Infeksi Parah, Ditemukan Belatung
Jumat / 26-06-2026, 20:43 WIB
Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Filipina Selatan, Belum Ada Laporan Korban
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Maradona: Doping di Piala Dunia 1994 dan Perjuangan Melawan Narkoba
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Purbaya Tunda Rilis Surat Utang RI di China, Ini Alasannya
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Perbandingan Galaxy A37 vs A27: Tidak Adil tapi Perlu
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Pembaruan Software Galaxy A54 Hadirkan Patch Keamanan Juni 2026
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Bahan Kimia Umum Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Wanita Muda
Jumat / 26-06-2026, 20:42 WIB
Ilmuwan Terkejut Temukan Mekanisme Pembentukan Gunung Etna
Jumat / 26-06-2026, 20:41 WIB






