Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat 'Baginda Pemuka Bangsa' dalam prosesi di Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6).

Dalam prosesi tersebut, Jokowi menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah. Momen ini menjadi perhatian publik.

>>> Juara saat Diragukan, Timnas Voli Indonesia Beri Jawaban Nyata

Makna Gelar Adat

Tokoh adat Lampung, Mawardi Rahma Harirama atau Sultan Seghayo Dipuncak Nur, menjelaskan pemberian gelar atau muakhi sudah berlangsung ribuan tahun.

Ia mengatakan tradisi ini merupakan bagian dari falsafah piil pesenggiri yang mengedepankan nemui nyimah atau silaturahmi.

Di era modern, prosesi adat dikemas untuk mempererat persatuan bangsa dan memperkenalkan budaya Lampung ke tingkat nasional.

>>> Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 1.450 Orang, 774 Bangunan Runtuh

Gelar 'Baginda Pemuka Bangsa' merupakan simbol apresiasi atas dedikasi Jokowi selama memimpin Indonesia.

Penganugerahan ini bertepatan dengan safari politik Jokowi di Lampung pada 26-28 Juni 2026.

Selama tiga hari, Jokowi menghadiri konsolidasi PSI di Mesuji, Tulang Bawang, dan Bandar Lampung, serta menerima gelar dari lima kerajaan adat.

>>> Blue Lock Chapter 352: Spoiler dan Ringkasan Terbaru

Ia juga bertemu relawan, tokoh adat, pelaku UMKM, dan bersilaturahmi dengan masyarakat sebelum kembali ke Solo.