Jumlah korban meninggal akibat dua gempa besar di Venezuela mencapai 1.450 orang per Sabtu (27/6).

Sebanyak 3.150 orang terluka, 12.721 orang mengungsi, dan 774 bangunan runtuh.

>>> Blue Lock Chapter 352: Spoiler dan Ringkasan Terbaru

Tim penyelamat masih berjibaku mencari korban selamat pascagempa yang terjadi pada Rabu (24/6) tersebut.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyebut bencana ini sebagai yang paling brutal dalam sejarah negara.

"Kita harus melaporkan bahwa jumlah korban jiwa telah mencapai 1.450 orang, perempuan dan laki-laki yang kehilangan nyawa akibat bencana alam paling brutal, yang pernah dialami negara kita sepanjang sejarah," ujarnya dilansir Reuters.

Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengatakan tim penyelamat masih aktif berusaha mencari korban sebelum terlambat.

"Setiap nyawa yang diselamatkan adalah sebuah keajaiban: setiap nyawa yang diselamatkan adalah jawaban atas upaya ribuan orang yang akan selamanya kita syukuri," kata dia dalam pidato.

>>> 3 Zodiak Paling Beruntung pada 29 Juni hingga 5 Juli 2026, Kamu Termasuk?

Keluarga dan relawan membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengevakuasi penyintas dan jenazah dari reruntuhan. Mereka kemudian dibantu lebih dari 2.600 pekerja penyelamat yang dikirim dari negara lain.

Para penyelamat mengeluhkan kurangnya alat berat dan terbatasnya kehadiran pejabat. Ratusan gempa susulan memperparah kerusakan.

Pemimpin tim penyelamat dari Swiss, Sebastian Eugster, mengatakan ada jangka waktu sekitar tiga hari atau 72 jam di mana kemungkinan menyelamatkan korban selamat akan berkurang.

Sabtu (27/8) sudah menandai 72 jam sejak gempa terjadi.

>>> Ramalan Zodiak 29 Juni 2026: Leo Paling Beruntung, Banjir Cuan?

Survei Geologi Amerika Serikat sebelumnya memperkirakan lebih dari 10 ribu kematian kemungkinan terjadi akibat gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter.