Harga game diprediksi akan terus naik setelah peluncuran Grand Theft Auto 6 (GTA 6) pada November mendatang.

Namun, menurut sejumlah analis, hanya game dengan permintaan tinggi yang mampu menerapkan harga $80.

>>> FIFA Tetapkan Aturan Perpanjangan Waktu untuk Fase Gugur Piala Dunia 2026

Kekhawatiran akan kenaikan harga video game kembali mencuat setelah Mario Kart World dan GTA 6 disebut akan dibanderol $80.

Analis dari DFC Intelligence, David Cole, mengatakan bahwa industri sebenarnya sudah bergerak ke arah harga tersebut, dipimpin oleh Nintendo.

Cole menjelaskan bahwa hanya segelintir game premium yang bisa mematok harga setinggi itu.

"Grand Theft Auto dan Super Mario bisa karena mereka adalah Grand Theft Auto dan Super Mario," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Rockstar Games melanjutkan tren harga tinggi untuk game dengan basis audiens bawaan.

"Ini menuju model harga berjenjang di mana beberapa game dianggap lebih bernilai," kata Cole.

>>> Gol Stephen Eustaquio Bawa Kanada ke 16 Besar Piala Dunia

Analis Joost van Dreunen juga menegaskan bahwa standar $80 hanya akan berlaku untuk segelintir judul dan waralaba.

Penerbit yang memaksakan harga tersebut pada game yang tidak sesuai akan menyesal.

Van Dreunen menyebut game semakin menjadi kategori barang mewah. "Ekonomi game berpusat pada model pemenang-ambil-semua, dan GTA 6 menaikkan standar lagi," katanya.

Penerbit yang mampu akan unggul, sementara yang lain harus bersaing melalui distribusi dan bundel.

Serkan Toto dari Kantan Games mengingatkan bahwa Take-Two, induk Rockstar, adalah penerbit pertama yang mematok harga $70 pada 2020.

Ia yakin industri akan kembali mengikuti langkah tersebut, meski hanya jika memang masuk akal.

>>> Era Harga Galaxy yang Bisa Diprediksi Berakhir, Jangan Harap Kembali

Sementara itu, Rockstar dilaporkan tidak berencana mencetak cakram GTA 6 saat peluncuran atau beberapa bulan setelahnya.