Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Jumat (26/6).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada hari ini.

in1

>>> Korban Gempa Venezuela Bertambah Jadi 188 Orang, Ribuan Terluka

Menurutnya, IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5.723-5.847, sementara target penguatan jangka pendek berada di kisaran 6.060-6.120.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.784 dan 5.594 serta resistance 6.286 dan 6.459.

Ia merekomendasikan sejumlah saham, yakni MAPA, MEDC, UNTR, dan UNVR.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih memiliki peluang melanjutkan penguatan jika mampu menembus resistance terdekat di level 6.053.

Apabila IHSG berhasil naik di atas 6.053, indeks berpotensi menguji kembali level 6.171.

>>> Ekuador Gebuk Jerman, Pantai Gading Gilas Curacao di Piala Dunia 2026

Namun jika tetap berada di bawah level tersebut, tren pelemahan masih berisiko berlanjut.

Ivan memprediksi IHSG bergerak di level support 5.847, 5.722, 5.472, dan 5.314 serta resistance 6.121, 6.294, 6.545, 6.835, dan 7.207.

Ia pun merekomendasikan saham BRPT, ICBP, INDF, JPFA, dan MBMA.

IHSG ditutup di level 5.999 pada perdagangan Kamis (25/6) sore, menguat 115,15 poin atau naik 1,96 persen dari perdagangan sebelumnya.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp13,64 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,57 miliar saham.

>>> Vance Sindir Diddy sebagai 'Teolog Kristen Hebat'

Pada penutupan kemarin, 537 saham menguat, 135 terkoreksi, dan 141 stagnan.