Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang menewaskan lima peserta.

Program pelatihan fisik bergaya militer itu diperuntukkan bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

>>> Teks Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Mendidik Anak dengan Keteladanan, Jalan Islam Membangun Keluarga yang Penuh Kasih

Menurut Pigai, insiden ini harus menjadi bahan evaluasi serius terhadap sistem pembentukan karakter dan kedisiplinan yang diterapkan.

"Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh. Ihwal penguatan mental tidak mesti melalui pelatihan bergaya militer," kata Natalius Pigai, Senin (29/6/2026).

Pigai menilai pembentukan karakter calon manajer koperasi seharusnya lebih menitikberatkan pada peningkatan pengetahuan, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan manajerial.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut dapat dibangun tanpa harus mengandalkan latihan fisik yang berisiko terhadap keselamatan peserta.

>>> PSI: Ritual Injak Kepala Kerbau Bukan Kemauan Jokowi

Usut Tuntas Penyebab Kematian

Selain meminta evaluasi sistem pelatihan, Kementerian HAM juga mendesak agar penyebab meninggalnya lima peserta diusut secara profesional dan ilmiah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kejelasan bagi keluarga korban sekaligus menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan program di masa mendatang.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian HAM akan menerjunkan tim ke lapangan untuk memantau proses penyelidikan.

>>> Vivo X500 Series Bocor: Empat Model, Pro Max Punya RAM LPDDR6

Tim tersebut juga bertugas memastikan pelaksanaan program serupa tetap memperhatikan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan perlindungan terhadap peserta.