Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan bahwa ritual injak kepala kerbau yang dilakukan Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) di Lampung bukan atas kemauannya sendiri.

Bestari memastikan ritual tersebut merupakan inisiatif masyarakat adat setempat sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Jokowi selama menjabat presiden.

>>> Vivo X500 Series Bocor: Empat Model, Pro Max Punya RAM LPDDR6

"Ritual itu bukan Pak Jokowi buat. Pak Jokowi hanya sebagai orang yang diberikan gelar tersebut," kata Bestari saat dihubungi, Senin (29/6).

Ia menambahkan, ritual serupa juga pernah diberikan kepada mantan presiden terdahulu, meski ia tidak menyebutkan nama spesifik.

Bestari menilai ritual yang dijalani Jokowi tidak pantas dianggap sebagai bentuk keangkuhan. Menurutnya, tudingan tersebut justru menghina adat istiadat.

Ia mengingatkan semua pihak untuk melakukan tabayun sebelum melontarkan tuduhan yang tidak berdasar.

>>> Xiaomi 18 Dikonfirmasi Baterai 7.200mAh, Naik dari Generasi Sebelumnya

Jokowi menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" dalam prosesi adat Lampung di Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6).

Dalam prosesi itu, Jokowi yang mengenakan pakaian adat duduk di kursi dan menginjak kepala kerbau di atas karpet merah.

Tokoh adat Lampung, Mawardi Rahma Harirama, menjelaskan bahwa pemberian gelar adat atau muakhi telah menjadi bagian budaya Lampung sejak ribuan tahun lalu.

"Prosesi pemberian muakhi ini memang sudah berlangsung ribuan tahun lalu di Lampung.

>>> 5 Tips Belajar untuk Anak ADHD, Ortu Bisa Coba Terapkan Strategi Ini

Ini adalah bagian dari penerapan piil pesenggiri, falsafah budaya Lampung yang mengedepankan nemui nyimah atau silaturahmi," ujar Mawardi.