Jokowi Blusukan Politik Lagi Demi PSI, Feri Amsari: Sah, Cuma Gak Tahu Diri Aja
Langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang kembali aktif melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Lampung menuai kritik dari pakar hukum tata negara.
Peneliti Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari, menilai aktivitas politik tersebut sah secara hukum, namun tidak patut dari sisi etika kenegaraan.
>>> 5 Peserta Tewas, Menteri HAM Desak Evaluasi Total Latsarmil Kopdes
Feri menilai keputusan Jokowi kembali terjun ke panggung politik praktis bertolak belakang dengan pernyataannya seusai mengakhiri masa jabatan sebagai presiden.
Saat itu Jokowi menyebut ingin beristirahat dan menjadi warga negara biasa.
"Ya sah, cuma gak tahu diri aja. Katanya mau istirahat, tapi malah kemudian terjun ke ruang politik.
Harusnya dia sudah masuk ke fase berwibawa sebagai, ya katakanlah pilihannya sebagai guru bangsa," ujar Feri Amsari kepada media.
Feri mempertanyakan konsistensi antara pernyataan dan tindakan Jokowi.
Menurutnya, alih-alih mengambil peran sebagai tokoh bangsa di luar politik praktis, Jokowi justru menjadi bagian dari aktivitas politik PSI yang kini dipimpin putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
"Ada pertanyaan besar sebenarnya soal kejujuran Jokowi dari pernyataan sebelumnya dengan apa yang dia lakukan sekarang.
Dia menyatakan akan istirahat, akan pulang kampung, menjadi warga negara biasa, ternyata kemudian menjadi mesin politik partai tertentu, yaitu partai anaknya," kata Feri.
Ia menegaskan bahwa tidak ada aturan yang melarang mantan presiden untuk kembali berpolitik.
Namun, dari sisi kepatutan publik, langkah tersebut dinilai kurang tepat.
"Patut tidak patut? Tentu tidak patut.
Kan orang harusnya jujur dengan perkataannya dari awal. Nah, perkataan Jokowi itu yang selalu berbeda-beda," tambahnya.
Feri juga menilai safari politik Jokowi bersama PSI memiliki dua tujuan utama.
Pertama, membantu PSI memperoleh dukungan yang cukup agar dapat lolos ke DPR pada pemilu mendatang.
Kedua, menunjukkan bahwa pengaruh politik Jokowi masih kuat di tengah pemerintahan baru.
"Dia safari sedari dini karena ingin mengatakan sanggup memperjuangkan partai ini agar dapat angka-angka yang layak untuk masuk parlemen.
>>> PSI: Ritual Injak Kepala Kerbau Bukan Kemauan Jokowi
Sekaligus mau kasih tahu berbagai pihak, termasuk ke Presiden Prabowo, bahwa dia masih bekerja. Dan fokusnya tentu untuk anak sendiri," pungkas Feri.
Update Terbaru
Ironi AI: Pekerja yang Dibayar untuk Melatih Chatbot Justru Gunakan AI untuk Menipu
Senin / 29-06-2026, 13:23 WIB
Polusi Cahaya Bikin Ikan Hidup Sengsara, Temuan Peneliti
Senin / 29-06-2026, 13:23 WIB
PIKKO Bantah Tudingan Kemenperin Abai pada Industri Otomotif
Senin / 29-06-2026, 13:19 WIB
Wamen UMKM Dorong Penyalur KUR Perluas Akses Pembiayaan di Indonesia Timur
Senin / 29-06-2026, 13:18 WIB
Cara Cek Kelayakan Penerima Bansos 2026 Berdasarkan 5 Kriteria Data Desil
Senin / 29-06-2026, 13:18 WIB
Aturan Baru Outsourcing Terbit Juli, Hanya 4 Pekerjaan Boleh Alih Daya
Senin / 29-06-2026, 13:15 WIB
Bukan Cuma Pola Makan, Perlemakan Hati Juga Dipengaruhi Faktor Lain
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Bos Honda Pastikan Veda Ega Tak Cedera Usai Kecelakaan di Moto3 Belanda
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Legislator PKB Desak Setop Latihan Militer Kopdes Merah Putih
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
WHO: 1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Indonesia Dihentikan Thailand di Perempat Final Kejuaraan Asia Junior
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Isak Tangis Kerabat Pecah saat Misa Pemakaman Dokter Icha
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Jepang Percaya Diri Hadapi Brasil di Babak Gugur Piala Dunia 2026
Senin / 29-06-2026, 13:14 WIB
Mensos: Kejujuran Kunci Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat
Senin / 29-06-2026, 13:13 WIB






