Danantara Minta Pendampingan KPK di Proyek Hilirisasi
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan pendampingan dalam pelaksanaan proyek-proyek hilirisasi yang akan dilakukan badan tersebut.
Permintaan itu disampaikan Dony usai bertemu Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin, di Gedung KPK, Senin (29/6).
>>> Pemain NBA Malik Beasley Didakwa Terkait Skandal Taruhan Olahraga
Dony mengatakan banyak mendapat arahan dan masukan dari tim pencegahan KPK terkait mitigasi terhadap potensi terjadinya korupsi di BUMN di masa mendatang.
"Kami memohon juga tadi bantuan kepada Bapak Deputi untuk mendampingi kami di dalam berbagai macam proyek khususnya proyek hilirisasi yang sekarang sedang kita lakukan.
Kita tidak ingin juga nanti proyek-proyek ini punya potensi untuk terjadinya korupsi di dalam apa namanya pekerjaannya," kata Dony usai pertemuan.
Integrasi Whistleblower System
Selain pendampingan proyek hilirisasi, Danantara juga berharap bantuan agar whistleblower system seluruh BUMN diintegrasikan dengan sistem milik KPK.
"Kami memohon juga dan kebetulan disepakati oleh Bapak Deputi, kerja sama ini akan kita tingkatkan dalam bentuk yang lebih konkret.
>>> Dirut Bulog Instruksikan 4 Langkah Tangani Minyakita Diduga Berbau Solar
Akan ada bentuknya pelatihan di tempat kami, kemudian juga arahan mengenai SOP, kemudian juga tadi integrasi whistleblower system, kemudian dan beberapa yang lainnya," kata Dony.
Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminudin mengatakan KPK akan menghubungkan seluruh sistem whistleblower BUMN dengan sistem pelaporan milik KPK sehingga setiap laporan dapat diverifikasi langsung oleh lembaga antirasuah.
"Sehingga semua informasi yang masuk tidak dipilah-pilih, seluruhnya masuk KPK. Biarkan nanti KPK yang akan memilah ini laporan ini terkait tipikor atau bukan, ini terkait perdata," katanya.
Selain itu, KPK juga mendorong setiap unit kerja di Danantara dan BUMN memiliki personel yang tersertifikasi Penyuluh Antikorupsi (PAKSI), Ahli Pembangun Integritas (API), serta Corruption Risk Assessment (CRA).
>>> Orangutan Walter Ramal Jerman Kalahkan Paraguay
"Ini penting, jangan sampai kemudian nanti regulasi yang dibangun yang diterbitkan itu, yaitu regulasi yang berpotensi atau bahkan cenderung untuk melakukan tindak pidana korupsi," ujarnya.
Update Terbaru
Server Minecraft Down 29 Juni 2026, Ini Penyebab dan Solusinya
Senin / 29-06-2026, 23:49 WIB
Hainan Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Hong Kong untuk Tarik Investasi Global
Senin / 29-06-2026, 23:49 WIB
T-Mobile Hentikan Paket Lama, Pelanggan Hadapi Kenaikan Tagihan
Senin / 29-06-2026, 23:48 WIB
Moto G Power (2025) Turun Harga Jadi $200, Solusi Baterai Awet
Senin / 29-06-2026, 23:44 WIB
Em Davies Pamerkan Tubuh Ramping dan Perut Rata di Liburan Mewah Bali
Senin / 29-06-2026, 23:44 WIB
Indonesia Tarik 9 Miliar Dolar AS ke Sekuritas BI dan Obligasi Negara
Senin / 29-06-2026, 23:44 WIB
Cardi B Curi Perhatian di After-Party BET Awards Usai Penampilan Epik
Senin / 29-06-2026, 23:38 WIB
Crunchyroll Akuisisi Season 2 Witch Hat Atelier Setelah Final Season 1 yang Menegangkan
Senin / 29-06-2026, 23:36 WIB
Kerumunan BET Awards Kejar Peserta Kerusuhan Capitol yang Dimaafkan Trump
Senin / 29-06-2026, 23:35 WIB
Will Ferrell Hampir Telanjang di Iklan SKIMS Bareng Kim Kardashian
Senin / 29-06-2026, 23:35 WIB
Trump Klaim Great American State Fair Penuh, Foto Buktikan Sebaliknya
Senin / 29-06-2026, 23:35 WIB
Thylane Blondeau, 'Most Beautiful Girl in the World', Resmi Menikah
Senin / 29-06-2026, 23:35 WIB
Timnas Voli Indonesia Target Juara SEA V League dan Perunggu Asian Games
Senin / 29-06-2026, 23:35 WIB
Demo Tolak MBG di Makassar Ricuh, Massa Bakar Ban dan Tutup Jalan
Senin / 29-06-2026, 23:35 WIB






