Demonstrasi menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makassar berujung ricuh pada Senin (29/6) malam.

Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) membakar ban dan menutup Jalan Sultan Alauddin, menyebabkan kemacetan parah.

>>> Link Live Streaming Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026

Aksi yang digelar di depan kampus UIN Alauddin Makassar itu memicu bentrok dengan pengemudi ojek online dan warga setempat.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan massa diusir karena mengganggu akses publik.

"Masyarakat marah karena ada ambulans yang tidak bisa lewat. Jadi pengusiran itu hal yang lumrah," ujar Arya kepada CNNIndonesia.

com, Senin (29/6).

Menurut Arya, unjuk rasa seharusnya berakhir pukul 18.00 sesuai undang-undang. Namun aksi berlangsung hingga malam, sehingga warga merasa terganggu.

Polisi berupaya persuasif melalui negosiasi, tetapi tidak digubris.

>>> Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Bocah di Lubang Proyek Tebet

Bentrokan terjadi saat massa menutup jalan, kemudian diserang warga dan pengemudi ojek online. Massa mahasiswa membalas dengan lemparan batu.

Hingga malam, polisi masih berjaga di lokasi.

Tuntutan Mahasiswa

Dalam aksinya, mahasiswa HMI menyampaikan sepuluh tuntutan. Pertama, menghentikan sementara program MBG hingga evaluasi menyeluruh dilakukan.

Kedua, menolak Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan meminta evaluasi total.

Mereka juga menuntut penurunan harga BBM, stabilisasi inflasi, pendidikan gratis, dan pengesahan RUU Perampasan Aset.

>>> Bintang Little House on the Prairie Tenangkan Penggemar Soal Reboot Netflix

Selain itu, mendesak penghentian kriminalisasi terhadap aktivis, pencabutan regulasi yang melemahkan akuntabilitas polisi, penolakan perluasan peran militer, serta revisi UU Pemilu.