Krisis Gaji PPPK: Bukan Masalah Kemarin Sore, tapi Struktural
Krisis ketidakmampuan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di puluhan pemerintah daerah dinilai bukan sekadar dampak berkurangnya transfer anggaran dari pusat.
Fenomena ini disebut sebagai akumulasi kegagalan reformasi pemerintahan daerah sejak era desentralisasi pasca-Reformasi 1998.
>>> Roy Suryo Kaget Ada Intervensi di Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi
Hal tersebut diungkapkan pengamat kebijakan publik sekaligus Executive Director Evident Institute, Rinatania Anggraeni Fajriani. Menurutnya, akar masalah macetnya gaji PPPK di daerah bersifat struktural dan jauh lebih kompleks.
"Ketika puluhan daerah hari ini tidak mampu membayar PPPK, persoalannya tidak sesederhana transfer pusat berkurang.
Selama 25 tahun, kita terlalu sibuk menuntut reformasi pemerintah pusat, tetapi menormalisasi kegagalan reformasi pemerintah daerah," ujar Rinatania dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2026).
Masalah Struktural APBD dan Beban Belanja Pegawai
Rinatania menjelaskan bahwa perekrutan PPPK didasarkan pada kebutuhan formasi masing-masing pemda. Pembiayaannya secara prinsip merupakan tanggung jawab Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kondisi saat ini memperlihatkan banyak daerah mengalokasikan lebih dari separuh APBD-nya hanya untuk belanja pegawai, padahal kapasitas fiskal mereka sangat terbatas.
Hal ini dinilai menjadi bukti nyata salah kelola keuangan daerah.
Rinatania juga mempertanyakan kemandirian fiskal daerah yang tidak kunjung terbentuk.
Selama sekitar 25 tahun, pemda telah menerima transfer dana dari pusat melalui berbagai skema, mulai dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), hingga Dana Desa.
>>> Ahmad Sahroni: Pemain Golf Aniaya Caddy Harus Dikenai Pasal Penganiayaan
"Setelah 25 tahun menerima transfer fiskal dalam jumlah signifikan, kenapa hari ini masih ada puluhan daerah yang bahkan tidak mampu membayar pegawainya sendiri?"
Update Terbaru
Victor Dethan Resmi Gabung Persija Jakarta dengan Modal Pengalaman Timnas
Selasa / 30-06-2026, 01:36 WIB
Kejutan di Babak I: Jepang Unggul 1-0 atas Brasil
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Eks Pj Gubernur Sulsel Menang Praperadilan Kasus Korupsi Bibit Nanas
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Sompo Indonesia Gelar Sompo Festival Rayakan 51 Tahun Perjalanan
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Janice Tjen Lolos ke Babak 2 Wimbledon 2026 usai Singkirkan Unggulan
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Sosok Suhadi, Pihak yang Coba Intervensi Sidang Praperadilan Roy Suryo
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Pakar Hukum: Kunjungan Jokowi ke Lampung Bukti Ucapannya Tak Konsisten
Selasa / 30-06-2026, 01:35 WIB
Anggaran Riset Anjlok ke Rp4,7 Triliun, Banggar DPR Kritik Peneliti Hanya 'Keluar Masuk Kantor'
Selasa / 30-06-2026, 01:34 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Harga Pertamax Turun per 1 Juli 2026? Ini Kata Mas Bahlil
Selasa / 30-06-2026, 01:34 WIB
Miliuner Tambang Gina Rinehart Investasi Rp 22 Triliun di SpaceX
Selasa / 30-06-2026, 01:34 WIB
Fans Manfaatkan Microsoft Rewards untuk Pre-order GTA 6 Ultimate Edition Gratis
Selasa / 30-06-2026, 01:28 WIB
Ghost of Yotei Dorong Lonjakan Turis ke Hokkaido, Merchandise Resmi Dirilis
Selasa / 30-06-2026, 01:28 WIB
Demon Slayer: The Hinokami Chronicles 2 Rilis Edisi Switch 2 pada 29 Oktober
Selasa / 30-06-2026, 01:24 WIB
PSV Eindhoven Incar Gelandang NEC Nijmegen Kodai Sano di Bursa Transfer
Selasa / 30-06-2026, 01:24 WIB






