Pakar Hukum Tata Negara Feri Amsari menyoroti kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung dalam rangkaian safari politik.

Menurutnya, aktivitas itu memperlihatkan ketidakkonsistenan antara ucapan dan tindakan Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

>>> Anggaran Riset Anjlok ke Rp4,7 Triliun, Banggar DPR Kritik Peneliti Hanya 'Keluar Masuk Kantor'

Feri mengatakan publik sebenarnya tidak mempermasalahkan manuver politik Jokowi. Namun persoalan muncul karena pernyataan yang pernah disampaikan kepada masyarakat berbeda dengan langkah yang kini dilakukan.

"Ya, kalau boleh tidak boleh, tentu boleh berkegiatan politik. Patut tidak patut, tentu tidak patut," kata Feri, dikutip Selasa (30/6).

Ia menyoroti pentingnya konsistensi seorang pemimpin terhadap ucapan yang pernah disampaikan kepada publik. "Kan orang harusnya jujur dengan perkataan dari awal.

Nah, perkataan mantan presiden itu yang selalu berbeda-beda," ujarnya.

Pernyataan Feri muncul setelah melihat safari politik Jokowi ke Lampung.

Dalam beberapa kesempatan terakhir, mantan presiden itu aktif menghadiri berbagai kegiatan masyarakat dan menyatakan siap membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Padahal saat masih menjabat sebagai presiden, Jokowi berkali-kali menyampaikan keinginannya menjalani masa pensiun secara sederhana di Kota Solo.

Pada Januari 2024, ia secara tegas mengatakan hanya ingin kembali menjadi rakyat biasa setelah menyelesaikan masa jabatan.

"Ya jadi rakyat biasa. Kembali ke Solo jadi rakyat biasa," ujar Jokowi saat itu.

>>> Harga Minyak Dunia Anjlok, Akankah Harga Pertamax Turun per 1 Juli 2026? Ini Kata Mas Bahlil

Di November 2022, ia bahkan menyampaikan rencana untuk lebih fokus pada aktivitas di bidang lingkungan hidup setelah tidak lagi menjadi presiden.

Namun setelah lengser dari jabatan, arah aktivitasnya berubah.