Sertifikasi AI Jadi Nilai Tambah, 96 Persen Perusahaan Siap Bayar Karyawan Lebih Mahal
Program micro credentials semakin diminati sebagai cara meningkatkan daya saing di dunia kerja yang kian terdigitalisasi.
Platform pembelajaran online Coursera mencatat tingginya minat masyarakat terhadap keterampilan berbasis kecerdasan buatan (AI), analisis data, hingga sektor perbankan.
>>> Pidato Prabowo di PENAS Tuai Kontroversi, Netizen Kecewa
Managing Director Asia Pacific Coursera, Ashutosh Gupta, mengatakan micro credentials menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
Menurutnya, sertifikasi profesional tidak hanya membantu peserta memahami dunia kerja, tetapi juga meningkatkan peluang karier, terutama di bidang AI dan teknologi digital.
“Micro credentials untuk memperoleh sertifikat profesional dapat membantu memahami dunia kerja, termasuk kompetensi AI yang saat ini sangat dibutuhkan,” ujar Ashutosh Gupta di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan data Coursera, sebanyak 96 persen pemberi kerja di Indonesia mengaku bersedia memberikan gaji lebih tinggi kepada kandidat yang memiliki micro credentials.
“Sebanyak 96 persen pemberi kerja di Indonesia bersedia memberikan salary lebih tinggi bagi mereka yang memiliki micro credentials,” kata Ashutosh.
Kolaborasi dengan Perbankan dan Pemerintah
Coursera telah bekerja sama dengan sejumlah institusi perbankan nasional untuk mendukung peningkatan kompetensi karyawan, khususnya dalam pemanfaatan AI.
Salah satu mitranya adalah Bank Rakyat Indonesia yang memanfaatkan platform Coursera untuk program upskilling dan reskilling karyawan.
“Ada program micro credentials di sektor perbankan.
Kami juga bekerja sama dengan beberapa bank di Indonesia seperti BRI untuk memberikan program peningkatan keterampilan bagi para karyawannya,” jelasnya.
>>> Nonton Film Spider-Man: Brand New Day (2026) Full Movie Kualitas HD dan Sinopsisnya
Selain menggandeng sektor swasta, Coursera juga berupaya memperluas akses pembelajaran melalui kolaborasi dengan pemerintah.
Update Terbaru
Microsoft Berbalik Arah: 8GB RAM Kini Dibilang Cukup untuk Windows 11
Kamis / 25-06-2026, 10:56 WIB
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Era Digital
Kamis / 25-06-2026, 10:56 WIB
Gempa Kembar 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Gedung Runtuh di Caracas
Kamis / 25-06-2026, 10:45 WIB
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.655.000/Gram, Buyback Turun Rp52.000
Kamis / 25-06-2026, 10:45 WIB
Survei: Kebijakan Trump Bikin AS Kehilangan Martabat di Mata Dunia
Kamis / 25-06-2026, 10:42 WIB
Kasus Taufik Hidayat Meluas, Polisi Telusuri Korban Lain dan Motif Pelaku
Kamis / 25-06-2026, 10:40 WIB
Petinggi Astra Borong Saham ASII saat Harga Terkoreksi Dalam
Kamis / 25-06-2026, 10:40 WIB
Rocky Gerung: Prabowo Bisa Jatuh Jika Tak Reshuffle 80% Kabinet
Kamis / 25-06-2026, 10:40 WIB
Cek Status Penerima PIP 2026 Secara Online Lewat SIPINTAR, Begini Caranya
Kamis / 25-06-2026, 10:35 WIB
Cara Cek PKH dan BPNT 2026 Secara Online, Begini Langkah Mudahnya
Kamis / 25-06-2026, 10:35 WIB
8 Cara Mengatasi HP Cepat Panas di 2026 agar Performa Stabil
Kamis / 25-06-2026, 10:29 WIB
Cara Cek Daftar 5 Daerah yang Sudah Mendapatkan Penyaluran BLT Dana Desa Tahun 2026
Kamis / 25-06-2026, 10:28 WIB
Kesepian dan Depresi Lansia, Tantangan RI saat Populasi Kian Menua
Kamis / 25-06-2026, 10:21 WIB
BTS Raih Dua Posisi Teratas di Tangga Lagu Oricon Jepang Semester Pertama
Kamis / 25-06-2026, 10:21 WIB






