Petinggi Astra Borong Saham ASII saat Harga Terkoreksi Dalam
Sejumlah petinggi PT Astra International Tbk (ASII) memanfaatkan pelemahan harga saham perseroan dengan menambah kepemilikan saham pada pertengahan Juni 2026.
Aksi pembelian dilakukan ketika saham ASII telah terkoreksi hampir 30% sejak awal tahun dan diperdagangkan di kisaran Rp4.700–Rp4.800 per saham.
>>> Rocky Gerung: Prabowo Bisa Jatuh Jika Tak Reshuffle 80% Kabinet
Transaksi Komisaris dan Direktur
Komisaris Astra Prijono Sugiarto membeli total 875.000 saham dalam dua transaksi pada 22 Juni 2026 sebanyak 300.000 saham di harga Rp4.789 per saham dan 23 Juni 2026 sebanyak 375.000 saham di harga Rp4.692 per saham.
Sebelumnya, Prijono juga telah membeli 200.000 saham pada 19 Juni 2026 di harga Rp4.787 per saham.
Seluruh transaksi dilakukan dengan tujuan investasi.
Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Prijono meningkat dari 4.301.300 saham menjadi 5.176.300 saham, atau setara kenaikan sekitar 20,3%.
Nilai akumulasi pembelian mencapai sekitar Rp4,15 miliar.
Direktur Astra Djap Tet Fa juga melakukan pembelian saham secara bertahap.
>>> Cek Status Penerima PIP 2026 Secara Online Lewat SIPINTAR, Begini Caranya
Ia membeli 2,2 juta saham pada 17 Juni 2026 di harga Rp4.858 per saham, kemudian menambah 600.000 saham pada 19 Juni 2026 dan 200.000 saham pada 22 Juni 2026, masing-masing di harga Rp4.800 per saham.
Setelah rangkaian transaksi tersebut, kepemilikan Djap Tet Fa meningkat dari nihil menjadi 3 juta saham ASII. Total nilai pembelian yang dilakukannya diperkirakan mencapai sekitar Rp14,53 miliar.
Secara keseluruhan, kedua petinggi Astra memborong 3,675 juta saham ASII dalam enam transaksi sepanjang 17–23 Juni 2026 dengan estimasi nilai sekitar Rp18,68 miliar.
Seluruh transaksi dilakukan melalui kepemilikan tidak langsung dan dikategorikan sebagai investasi.
Di pasar, saham ASII ditutup menguat 3,02% ke level Rp4.780 pada perdagangan Rabu (25/6).
>>> Cara Cek PKH dan BPNT 2026 Secara Online, Begini Langkah Mudahnya
Meski menguat dalam sehari, harga saham Astra masih terkoreksi sekitar 14,64% dalam satu bulan dan 29,71% sejak awal tahun (year to date/YTD), mencerminkan pelemahan signifikan dibandingkan posisi awal 2026.
Update Terbaru
Film Tanah Sengketa (2026) Apakah Lanjut Season 2?
Kamis / 25-06-2026, 11:52 WIB
AFC Harusnya Malu: Negara Anak Tirian Jadi Penjaga Marwah Asia di Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 11:45 WIB
Ibu di Way Kanan Kaget Lihat Video Pernikahan Anak di Bawah Umur, Langsung Lapor Polisi
Kamis / 25-06-2026, 11:45 WIB
Cek Bansos Online 2026 dengan NIK KTP, Ini Cara Mudah Mengetahui Status Penerima
Kamis / 25-06-2026, 11:42 WIB
Kekayaan Elon Musk Anjlok Rp2.936 Triliun, Tak Lagi Triliuner
Kamis / 25-06-2026, 11:42 WIB
New Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp28,5 Juta
Kamis / 25-06-2026, 11:42 WIB
Cek Besaran Dana PIP 2026, Berikut Nominal Bantuan untuk Setiap Jenjang Pendidikan
Kamis / 25-06-2026, 11:40 WIB
Program Magang Nasional Berbuah Manis, 5.063 Peserta Ditawari Jadi Karyawan
Kamis / 25-06-2026, 11:40 WIB
Rocky Gerung Sebut Orang Sekitar Gibran Ceroboh soal Suap Mahasiswa UBK
Kamis / 25-06-2026, 11:40 WIB
Cara Cek 8 Daftar Penerima Manfaat Subsidi dan Bansos Pemerintah Cair Juli 2026
Kamis / 25-06-2026, 11:30 WIB
D'Academy 8 Audition Puncaki Rating Televisi Nasional per Kamis, 25 Juni 2026: Indosiar Kuasai Dua Besar
Kamis / 25-06-2026, 11:25 WIB
Kemlu Ungkap Kondisi WNI usai Dua Gempa Besar Guncang Venezuela
Kamis / 25-06-2026, 11:20 WIB
Daftar 13 Tim yang Sudah Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 11:20 WIB
Luhut Ungkap Penyebab Orang Miskin Bertambah Meski Ekonomi Tumbuh 5%
Kamis / 25-06-2026, 11:20 WIB






